MOROWALI,Brita.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong peningkatan daya saing pelaku usaha lokal.
Salah satu langkah nyatanya diwujudkan lewat Pelatihan Standarisasi dan Sertifikasi Produk yang digelar di Aula Hotel Soldadu, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Sabtu (10/10/2025).
Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III Setda Morowali, Afridin, mewakili Bupati dan Wakil Bupati Morowali. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, mulai 11 hingga 13 Oktober, dengan melibatkan 40 peserta dari berbagai kecamatan se-Kabupaten Morowali.
Dalam sambutannya, Afridin menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
“Pelatihan ini bukan sekadar program rutin, melainkan langkah nyata Pemkab Morowali dalam memperkuat peran UMKM untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” ujar Afridin.
Ia juga menambahkan, penguatan SDM menjadi faktor penting dalam mewujudkan pelaku usaha yang profesional dan berkelanjutan. Dengan bekal pemahaman tentang standarisasi produk, sertifikasi halal, izin BPOM, serta teknik pengemasan dan labeling, pelaku UMKM diharapkan mampu meningkatkan mutu dan daya saing produk mereka.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Morowali, Zainuddin, menyampaikan bahwa sertifikasi produk merupakan kunci untuk membangun kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar.
“Sertifikasi bukan hanya soal legalitas, tapi juga soal kepercayaan. Ini penting bagi pelaku usaha yang ingin berkembang dan menembus pasar lebih luas,” ungkap Zainuddin.
Untuk memperkuat pelatihan, Pemkab Morowali menghadirkan narasumber ahli, di antaranya Wildhan Burhanudin, Ketua Divisi Inkubator Bisnis LP3M Universitas Muhammadiyah Makassar, serta Muhammad Nurramadan, Ketua Pusat Inkubasi Kota Palu, yang memberikan materi teknis secara langsung kepada peserta.
Melalui pelatihan ini, Pemkab Morowali menegaskan komitmennya untuk terus memberdayakan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah, dengan rencana pelatihan lanjutan dan pendampingan berkelanjutan bagi para pelaku usaha lokal.(**/pal)








