PALU,Brita.id– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sulawesi Tengah mencatat tren penurunan inflasi selama tiga bulan terakhir, yakni pada periode Oktober hingga Desember 2025. Penurunan ini menjadi sinyal positif bagi stabilitas ekonomi daerah di tengah tantangan global.
Berdasarkan data KPwBI Sulteng, inflasi pada Oktober 2025 tercatat sebesar 3,92 persen, kemudian menurun menjadi 3,50 persen pada November, dan kembali turun ke level 3,31 persen pada Desember 2025.
Meskipun masih berada di atas target inflasi nasional sebesar 2,5 persen, capaian ini menunjukkan bahwa inflasi di Sulawesi Tengah tetap terkendali.
Seiring dengan penurunan tersebut, posisi inflasi Sulteng secara nasional juga membaik. Dari sebelumnya berada di peringkat kelima, pada Desember 2025 inflasi Sulteng turun ke peringkat kesembilan secara nasional.
Kepala KPwBI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, menyatakan bahwa keberhasilan pengendalian inflasi tidak lepas dari sinergi berbagai pihak dalam menjaga stabilitas harga.
“Inflasi terjaga berkat sinergi dan pelaksanaan langkah-langkah konkret pengendalian harga oleh pelbagai pihak,” ujarnya dalam diskusi perekonomian terkini Sulteng bersama sejumlah jurnalis di Palu, Jumat (30/1/2026).
Menurut Irfan, KPwBI Sulteng menyatakan optimisme terhadap prospek perekonomian daerah pada tahun 2026.
“Kedepan, prospek perekonomian Sulteng diperkirakan tetap tumbuh kuat di tengah gejolak eksternal dan ketidakpastian yang meningkat,” tandasnya.
KPwBI Sulteng menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya, guna menjaga stabilitas inflasi serta mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di Sulawesi Tengah.(sumber: eranesia.id)








