Disinyalir Kurang Pengawasan PUPR, Proyek Rekonstruksi Ruas Jalan SP. Buatan Bilo 17 Miliar Tolitoli Diduga Gunakan Material Ilegal

  • Whatsapp

TOLITOLI,Brita.id– Ketua LSM Bumi Bhakti Tolitoli, Ahmad Pombang menilai Kurangnya pengawasan membuat proyek rekonstruksi ruas jalan Buatan Bilo yang anggaranya bersumber dari APBD Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025 sebesar Rp17, 490.687.000, diduga menggunakan material dari galian ilegal.

“Dari keterangan warga dan hasil peninjauan di lapangan, kuat dugaan Kami jika pengambilan material untuk pekerjaan ruas jalan buatan bilo di Desa Buga, menggunakan material yang tidak miliki ijin,” kata Ahmad Pombang.

Ia menjelaskan, pengerjaan penguatan tanggul di sepanjang sisi jalan Desa Buga, hampir seluruhnya gunakan material berupa batu gunung dan disinyalir hasil pengerukan di sekitar lokasi pekerjaan.

Bahkan material Sirtu yang digunakan untuk penimbunan lapis dasar badan jalan, juga diduga menggunakan material yang tidak miliki ijin.

“Sebelum pekerjaan dimulai ada proses lelang, tidak mungkin disaat buat penawaran perusahaan memasukan material di lokasi pengerjaan untuk digunakan dalam pengerjaan proyek. Inikan aneh,” tegas Ahmad Pombang.

Dampak dari penggunaan material yang diragukan kualitasnya, lanjut Ahmad bisa berdampak pada kualitas hasil pekerjaan.

“Selain ada dugaan pelanggaran, bisa jadi kualitas pekerjaannya juga tidak bisa dijamin untuk bertahan lama. Ini berpotensi menimbulkan kerugian bagi negara dan masyarakat,” bebernya.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Asbudianto yang di konfirmasi media ini melalui WhatsApp (WA) Senin (7/7/2025) mengatakan, terkait proyek rekonstruksi ruas jalan SP Buatan Bilo yang anggarannya sebesar Rp 17, 4 Miliar lebih dikerja oleh PT. Surya Lima Perkasa, sesuai dengan nomor kontrak 622/63/SP/BMPR.

Menurutnya, menggunakan batu gunung pada pekerjaan penahan tanggul di sepanjang tepi jalan dapat dibenarkan, namun harus dengan kualita batu keras dan sesuai spesifikasi teknis.

“Dibenarkan pekerjaan penahan tanggul menggunakan batu gunung, asal kualitas batunya keras dan sesuai spesifikasi teknis,” jawab Asbudianto.

Asbudianto menjelaskan, pada analisa pekerjaan ada yang disebut material menggunakan batu gunung yang kualitasnya keras dan sesuai spesifikasi teknis.

Saat ini kata Asbudianto, progres pekerjaan rekonstruksi ruas jalan Buatan Bilo kurang lebih sekitar 45 persen.”Progres pekerjaan nya baru 45 persen,” tuturnya singkat.(**/tim)

Pos terkait