MOROWALI, Brita.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Morowali melalui Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Daerah (Disporapar) menggelar Pelatihan Manajemen Organisasi Kepemudaan di Hotel Surya, Desa Bente, Kecamatan Bungku Tengah, Rabu (22/10/2025).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, S.E., dan diikuti puluhan peserta dari berbagai organisasi kepemudaan.
Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari ini diikuti sebanyak 80 peserta, terdiri atas 32 organisasi Karang Taruna dan 5 organisasi kemahasiswaan se-Kabupaten Morowali.
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas, profesionalisme, dan peran aktif pemuda dalam pembangunan daerah.
Kepala Disporapar Morowali, Ir. Mohamad Amin, S.T., M.T., dalam laporannya menyampaikan apresiasi atas dukungan Wakil Bupati Morowali serta seluruh pihak yang terlibat.
Ia menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi wadah penting bagi generasi muda untuk memperkuat kemampuan manajerial dan membangun jaringan antarorganisasi.
“Pelatihan ini diharapkan dapat menambah wawasan dan meningkatkan kapasitas para pemuda agar mampu berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, dalam sambutannya menekankan bahwa pemuda adalah aset terbesar Kabupaten Morowali.
Ia menyebut pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk investasi pemerintah daerah dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Pemuda bukan hanya penerus, tetapi juga pemilik masa depan daerah ini. Di tengah pesatnya pembangunan dan investasi di Morowali, peran pemuda yang terorganisir, terdidik, dan berdaya saing sangat krusial,” tegas Iriane.
Iriane juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam berorganisasi. Menurutnya, kepemimpinan adaptif, tata kelola yang akuntabel, serta kemampuan membangun sinergi dengan pemerintah dan sektor industri menjadi fondasi utama dalam menggerakkan organisasi kepemudaan.
“Manajemen organisasi adalah kunci agar semangat dan idealisme pemuda tidak hanya menjadi wacana, tetapi terwujud dalam aksi nyata dan terukur,” tambahnya.
Pada kesempatan itu, Iriane berharap agar peserta pelatihan dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk memperkuat jejaring, bertukar pengalaman, dan merancang program kerja yang selaras dengan visi pembangunan Kabupaten Morowali.
Kegiatan dibuka secara resmi dengan doa bersama dan pengucapan Bismillahirrahmanirrahim oleh Wakil Bupati Morowali, dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta penyampaian materi pelatihan hari pertama oleh para narasumber.(**/pal)








