Kecelakaan Kerja di PETI Poboya Tewaskan Pekerja, Rentetan Insiden Maut Terus Terjadi

  • Whatsapp

PALU,Brita.id – Kecelakaan kerja kembali terjadi di kawasan Pertambangan Tanpa Izin (PETI) Poboya, Kota Palu. Seorang pekerja tambang dilaporkan meninggal dunia akibat kecelakaan fatal di lokasi Vavolapo, Kelurahan Poboya, Kecamatan Mantikulore, Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 07.15 Wita.

Korban diketahui berinisial SD (42), warga Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu. Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, korban saat kejadian sedang mengambil material tambang dengan cara bergantungan menggunakan tali di area tambang ilegal tersebut. Namun, material dari atas tebing tiba-tiba jatuh dan menimpa korban.

Akibat tertimpa material, korban terjatuh dari ketinggian sekitar 30 meter. Pada saat bersamaan, sebuah alat breker tangan yang berada di atas lokasi kerja ikut terjatuh dan menghantam bagian leher korban.

“Benturan keras menyebabkan korban mengalami luka parah di bagian belakang kepala hingga pecah serta patah tulang leher,” ungkap sumber di lokasi kejadian.

Rekan-rekan korban langsung mengevakuasi jenazah menggunakan mobil pikap menuju rumah duka. Korban kemudian dimakamkan pada hari yang sama sekitar pukul 15.35 Wita di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kelurahan Buluri, Kecamatan Ulujadi.

Rentetan Kecelakaan Maut di PETI Poboya
Insiden ini menambah daftar panjang kecelakaan kerja di kawasan PETI Poboya yang dalam beberapa tahun terakhir kerap memakan korban jiwa.

Sebelumnya, pada Kamis (25/12/2025) sekitar pukul 03.00 Wita, sebuah truk pengangkut material tambang mengalami kecelakaan tunggal diduga akibat rem blong saat melintasi jalur penurunan.

Truk tersebut terjun ke bawah dan sopir berinisial UK, warga Desa Tompe, Pantai Barat, dinyatakan meninggal dunia setelah sempat dibawa ke Rumah Sakit Sindhu Trisno Palu.

Pada 3 Juni 2025, dua penambang tewas tertimbun longsor di area PETI Poboya (Kijang 30). Kedua korban berasal dari Kabupaten Sigi dan Provinsi Gorontalo.

Kemudian pada 11 Desember 2025, seorang penambang berinisial DD, asal Sulawesi Utara, kembali tewas akibat longsor material tanah di kawasan PETI Poboya.

Selain itu, sejumlah kecelakaan kendaraan tambang juga tercatat sepanjang 2025. Di antaranya dump truck terguling di jalur penanjakan Vavolapo pada 9 Desember 2025 akibat kondisi jalan licin, serta truk terguling dan terperosok ke lubang galian pada 13 Oktober 2025 yang menyebabkan pengemudi mengalami luka ringan.

Kasus lain, seorang penambang berinisial HR juga dilaporkan meninggal dunia akibat tertimbun longsor saat memuat material ke truk.

Bahkan, kecelakaan dua truk yang bertabrakan di area PETI Vatutempa terjadi pada Juni 2025, serta insiden pekerja tambang yang harus dilarikan ke rumah sakit pada akhir November 2025.

Rentetan kejadian tersebut kembali menyoroti tingginya risiko keselamatan kerja di aktivitas pertambangan tanpa izin di Kota Palu, khususnya di kawasan PETI Poboya.(**)

Pos terkait