Ketua Komisi I DPRD Morowali Angkat Bicara Terkait Demo Pemberhentian Kades Pungkuilu

  • Whatsapp

MOROWALI, Brita.id – Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Morowali, Yopi Sabara, ST, angkat bicara terkait polemik pemberhentian Kepala Desa Pungkuilu, Kecamatan Bungku Tengah, yang mencuat setelah aksi demonstrasi warga dan viral di media sosial.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Yopi Sabara selaku Ketua Komis I DPRD Morowali, saat dikonfirmasi pada Selasa (31/03/2026).

Selain itu Yopi juga menyayangkan prestasi yang begitu banyak yang di torehkan oleh Kepala Desa akan tetapi kenapa harus ada surat pengunduran diri yang diajukan oleh yang bersangkutan.

Padahal kalau kita liat rekam jejaknya begitu banyak prestasi yang di torehkan olehnya dengan berbagai penghargaan yang diterima selama menjabat sebagai kepala desa.

Yopi menegaskan bahwa mekanisme pemberhentian kepala desa telah diatur secara jelas dalam Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.

“Pada prinsipnya, pemberhentian kepala desa diatur dalam undang-undang. yaitu karena meninggal dunia, permintaan sendiri atau diberhentikan,” ujar Yopi.

Ia menjelaskan, ketentuan tersebut juga diperkuat dalam Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Morowali Nomor 5 Tahun 2020.

Pada Pasal 84 perda tersebut, disebutkan pemberhentian kepala desa sama seperti yang diatur dalam undang-undang.

Lebih lanjut, Yopi mengungkapkan bahwa dalam kasus Desa Pungkuilu, kepala desa diketahui telah membuat surat pernyataan pengunduran diri sejak Januari lalu.

Menurutnya, dengan adanya surat tersebut, Pemerintah Daerah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Pemdes) seharusnya segera memproses sesuai prosedur yang berlaku.

“Jika surat pengunduran diri itu tidak segera diproses, maka pemerintah daerah melalui dinas terkait berpotensi melanggar ketentuan undang-undang,” tegasnya.

Ia pun meminta agar pemerintah daerah segera mengambil langkah administratif yang tepat guna menghindari polemik berkepanjangan di tengah masyarakat.

Kasus ini menjadi perhatian publik setelah aksi demonstrasi warga Desa Pungkuilu menuntut kejelasan status kepala desa, yang kemudian memicu berbagai reaksi di ruang publik.(pal)

Pos terkait