MOROWALI, Brita.id– Pemerintah Kabupaten Morowali menjadi tuan rumah pelaksanaan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Bagian Hukum se-Kabupaten/Kota Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Tahun 2025. Kegiatan ini resmi dibuka pada Selasa (17/6/2025), di Hotel Metro, Morowali.
Rakerda tahun ini mengangkat tema “Produk Hukum Daerah Mendorong Percepatan Pembangunan Daerah” dan dibuka oleh Gubernur Sulteng yang diwakili oleh Kepala Biro Hukum Setda Provinsi, Adiman.
Sebanyak 105 peserta dari bagian hukum seluruh kabupaten/kota di Sulawesi Tengah mengikuti kegiatan yang dijadwalkan berlangsung selama empat hari, dari 16 hingga 19 Juni 2025.
Kepala Bagian Hukum Setda Morowali, Bahdin Baid, menjelaskan bahwa Rakerda bertujuan untuk menginventarisasi produk hukum daerah yang sedang atau akan disusun, khususnya yang terdampak oleh perubahan regulasi nasional.
Selain itu, forum ini menjadi ajang konsolidasi untuk meningkatkan kualitas penyusunan produk hukum secara profesional dan berkelanjutan.
“Ini merupakan upaya bersama untuk menyelaraskan regulasi daerah dengan arah pembangunan yang lebih cepat dan terukur,” kata Bahdin.
Turut hadir dalam pembukaan Rakerda antara lain Pejabat Fungsional Ahli Utama Perundang-Undangan Andri Amos, Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas, unsur Forkopimda Morowali, para Kepala Bagian Hukum se-Sulteng, serta perwakilan media.
Dalam sambutan tertulis Bupati Morowali yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik, Ihwan Bahmid, Pemerintah Daerah Morowali menyampaikan apresiasi atas kepercayaan menjadi tuan rumah Rakerda.
Ia berharap forum ini dapat melahirkan regulasi yang menjawab kebutuhan riil di daerah masing-masing dan mendukung pembangunan provinsi secara menyeluruh.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah dalam sambutan tertulisnya menekankan pentingnya sinergi antara produk hukum daerah dan arah kebijakan pembangunan.
“Regulasi yang dilahirkan harus berkontribusi nyata terhadap peningkatan investasi dan percepatan pembangunan di setiap kabupaten/kota,” tegas Adiman saat membacakan sambutan Gubernur.
Usai pembukaan, agenda dilanjutkan dengan penyerahan plakat, cinderamata batik Tobungku, serta oleh-oleh khas Morowali. Kegiatan kemudian berlanjut dengan diskusi teknis dan konsolidasi yang akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.(HMS/pal)








