Pengadaan Obat Dinkes Tolitoli 2,9 Miliar Diduga Bermasalah

  • Whatsapp

TOLITOLI,Brita.id– Pengadaan obat untuk 15 Puskesmas yang melekat di Dinas Kesehatan Tolitoli tahun anggaran 2024 lewat Dana Alokasi Khusus (DAK) diduga bermasalah.

Ketua LSM Bumi Bhakti, Ahmad Pombang di konfirmasi media ini Minggu (13/7/2024) mengatakan, pengadaan obat yang diperuntukan ke seluruh Puskesmas yang ada di wilayah Tolitoli senila 2,9 miliar diduga obat- obatan murah, dimana masa kadaluarsanya tidak bertahan lama.

“Kami menduga pengadaan obat dbeli dengan harga murah, sehinggah berujung pada singkatnya waktu kadaluarsa. Kemungkinan ada kongkalikong pejabat Dinkes Tolitoli dengan pihak distributor saat pengadaan,” tegasnya.

Ada beberapa faktor yang menurut Ahmad Pombang harus menjadi perhatian, diantaranya perencanaan yang kurang tepat dan pengadaan yang berlebihan.

“Saat pengadaan obat dalam jumlah besar harus mempertimbangkan kebutuhan riil karena dapat meningkatkan risiko obat kadaluarsa, jangan karena harga murah sehinggah masa kadaluarsa obat tidak diperhatikan,” bebernya.

Olehnya Ahmad Pombang meminta Aparat Penegak Hukum untuk menyelidiki pengadaan obat-obatan yang yang sumber dari DAK dan APBD 2024 itu.

Sementara pihak Dinkes Tolitoli belum memberikan tanggapan terkait persoalan yang potensi menimbulkan kerugian negara dan masyarakat sebagai konsumen.(tim/jir)

Pos terkait