TOLITOLI,Brita.id– PT PLN (Persero) UP3 Tolitoli terus menggencarkan sosialisasi terkait bahaya listrik kepada masyarakat dan para pemangku kepentingan (stakeholder), guna mencegah potensi kecelakaan dan gangguan jaringan listrik.
Sosialisasi ini dilaksanakan pada Senin, 21 Juli 2025, oleh Team Leader Keselamatan, Kesehatan Kerja, Lingkungan, dan Keamanan (TL K3L dan KAM) PLN UP3 Tolitoli, Christofel Lakawa. Kegiatan ini menyoroti sejumlah aktivitas masyarakat yang berpotensi menimbulkan bahaya kelistrikan maupun pemadaman listrik.
“Ada banyak kebiasaan masyarakat yang terlihat sepele, tapi sangat berisiko tinggi terhadap keselamatan jiwa dan keamanan jaringan listrik,” ujar Christofel dalam paparannya.
Beberapa aktivitas yang dinilai membahayakan di antaranya, memasang antena, baliho, reklame, umbul-umbul, atau neon box dekat jaringan listrik. Bermain layangan dengan tali kawat atau balon udara di sekitar jaringan. Melakukan sambungan listrik ilegal (mencantol listrik).
Selain itu, mendirikan atau memperbaiki bangunan tanpa koordinasi PLN, membakar sampah atau bermain petasan di bawah jaringan listrik, membiarkan pohon tumbuh hingga menyentuh kabel listrik, memarkir kendaraan besar (truk atau trailer) terlalu dekat dengan jaringan, menebang atau memetik buah dari pohon yang bersentuhan dengan jaringan juga sangat potensi timbulkan bahaya.
Menurut Christofel, gangguan akibat aktivitas-aktivitas tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan warga, tetapi juga bisa menyebabkan pemadaman listrik yang memerlukan waktu lama untuk pemulihan.
“Petugas harus menyusuri sepanjang jaringan untuk menemukan titik gangguan. Ini jelas berdampak pada pelayanan dan kenyamanan masyarakat secara luas,” jelasnya.
PLN UP3 Tolitoli berkomitmen untuk terus melakukan sosialisasi secara berkala dan berkelanjutan sebagai langkah preventif mencegah kecelakaan kelistrikan di wilayah kerjanya.
Melalui edukasi ini, PLN berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya listrik semakin meningkat dan turut berkontribusi menjaga keandalan pasokan listrik di Kabupaten Tolitoli.(RM)








