PALU,Brita.id– Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan keamanan pasokan BBM dan LPG di seluruh wilayah Sulteng, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi jajaran manajemen sektor energi di Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (20/1/2026).
Audiensi tersebut membahas kondisi terkini distribusi BBM, LPG, dan Avtur, kesiapan menghadapi lonjakan konsumsi masyarakat, serta sejumlah isu strategis terkait kuota dan harga energi.
Dalam pertemuan itu, pihak manajemen memaparkan sistem distribusi energi di Sulawesi Tengah yang mencakup pengelolaan SPBU, agen LPG, BBM industri, hingga Aviation Fuel Terminal (AFT) di Bandara Mutiara SIS Al-Jufri Palu.
Distribusi dilakukan melalui koordinasi wilayah Makassar dan Palu, termasuk pengaturan suplai kapal, mobil tangki, serta aspek legal dan kontraktual.
Salah satu aspirasi yang disampaikan yakni harapan agar harga Avtur di Sulawesi Tengah dapat disetarakan dengan Jakarta, guna mendukung konektivitas penerbangan tanpa ketergantungan subsidi pemerintah daerah.
Manajemen menjelaskan bahwa penetapan harga Avtur merupakan kebijakan pemerintah pusat dan aspirasi tersebut akan diteruskan ke tingkat nasional.
Manajemen juga melaporkan bahwa selama Satgas Natal dan Tahun Baru yang berlangsung 13 November 2025 hingga 11 Januari 2026, penyaluran energi di Sulawesi Tengah berjalan aman dan lancar. Pada periode tersebut, penyaluran LPG meningkat sekitar 2 persen.
Sementara untuk menghadapi Ramadan dan Idulfitri, konsumsi BBM jenis gasoline diproyeksikan naik sekitar 5 persen, sedangkan LPG diperkirakan meningkat hingga 15 persen.
Manajemen memastikan kesiapan stok dan distribusi dengan dukungan koordinasi bersama kepolisian dan instansi terkait.
Terkait kuota, disampaikan bahwa kuota Pertalite tahun berjalan sedikit lebih rendah dibanding realisasi tahun sebelumnya, kuota solar relatif stabil, dan kuota LPG turun hampir 7 persen.
Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius karena LPG telah menjadi kebutuhan pokok masyarakat, termasuk di wilayah industri dan pertambangan.
Selain itu, turut disampaikan keluhan masyarakat terkait akses BBM bagi nelayan dan petani, yang masih kerap mengalami antrean panjang dan keterbatasan kuota di SPBU.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Anwar Hafid menekankan pentingnya langkah antisipatif agar distribusi energi tetap lancar dan masyarakat tidak mengalami kesulitan.
“Ini momentum yang tepat untuk kita mengantisipasi dari jauh-jauh hari, sehingga masyarakat tidak kesulitan mendapatkan BBM dan LPG yang merupakan kebutuhan pokok,” ujar Anwar Hafid.
Terkait kebutuhan BBM bagi nelayan, Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah pusat telah mengagendakan pembangunan SPBU Nelayan (SPBUN) di wilayah pesisir melalui pendanaan APBN.
“Mulai tahun ini, pemerintah pusat membangun SPBUN di daerah pesisir. Kita berharap ini menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan BBM bagi nelayan di Sulawesi Tengah,” tambahnya.
Gubernur Anwar Hafid juga mengapresiasi sinergi antara pemerintah daerah dan penyedia energi, serta berharap koordinasi yang telah terjalin dapat terus diperkuat demi stabilitas pasokan energi dan kepentingan masyarakat Sulawesi Tengah.(res/jir)








