TOLITOLI,Brita.id– Aparat Penegak Hukum (APH) diminta mengusut tuntas proyek revitalisasi pembangunan sejumlah Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah yang diduga bermasalah.
“Kami mendesak APH untuk mengusut tuntas proyek revitalisasi sejumlah sekolah dasar yang nilai anggarannya mencapai miliaran rupiah, karena diduga banyak yang bermasalah,” kata Ketua LSM Bumi Bhakti Tolitoli Ahmad Pombang, kamis (22/1/2026).

Dari laporan yang mereka terima permasalahan di sejumlah SD bervariasi, mulai dari penggunaan kayu bekas yang kualitasnya diragukan, pemasangan rangka tidak sesuai kontrak, bangunan retak, hingga keterlambatan pekerjaan.

“Ada laporan jika di SD 4 Tolitoli terjadi keterlambatan pekerjaan, pemasangan rangka bermasalah. Ini diduga tidak sesuai dengan gambar yang ada dalam kontrak,” ungkapnya.
Lebih jauh dirinya menyampaikan, laporan yang sama juga datang dari SD 21 Tolitoli, dimana pemasangan rangka atas masih menggunakan kayu bekas padahal anggarannya sebesar Rp1,2 miliar.
“Sementara di SD 4 Laulalang, Kecamatan Tolitoli Utara, ada bangunan yang retak serta keterlambatan pekerjaan,” kata Ahmad.
Ahmad meminta APH segera melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan data dan bahan keterangan pihak terkait.(tim)








