MOROWALI,Brita.id– Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat strategi industri rendah karbon melalui pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 200 MWp di kawasan industri Morowali.
Langkah tersebut dilakukan seiring meningkatnya tuntutan global terhadap industri yang menerapkan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG) serta penggunaan energi bersih dalam proses produksi.
PLTS tersebut akan dibangun oleh PT Sumber Energi Surya Morowali di atas lahan seluas 224 hektare dan dilengkapi sistem penyimpanan baterai berkapasitas 80 MW.
Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, mengatakan pemanfaatan energi surya kini bukan hanya kebutuhan lingkungan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam persaingan industri global.
“Energi bersih mulai menjadi syarat ekonomi masa depan. Perusahaan yang lambat beradaptasi berisiko tertinggal dalam efisiensi, investasi, dan akses pasar internasional,” kata Yulius, Senin (11/5/2026).
Ia menjelaskan, listrik dari PLTS akan digunakan untuk mendukung operasional pabrik dan perkantoran tenant di kawasan IMIP, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pembangkit berbahan bakar batu bara.
Penggunaan PLTS juga diperkirakan mampu menekan emisi karbon, nitrogen oksida, dan sulfur dioksida, serta mengurangi konsumsi batu bara hingga puluhan ribu ton setiap tahun.
Sejumlah proyek energi hijau sebelumnya juga telah berjalan di kawasan IMIP. Di antaranya PLTS Kanal Fatufia berkapasitas 1,27 MWp dan PLTS Atap PT DSI yang memiliki kapasitas terpasang mencapai 65,89 MWp dengan 119.800 panel surya.
Selain pengembangan PLTS, kawasan IMIP juga mengembangkan PLTU Co-Generation yang dikelola PT DSI berkapasitas 65 MW dan PT HYNC sebesar 50 MW.
PT IMIP menilai pengembangan energi terbarukan menjadi langkah strategis untuk memperkuat struktur industri rendah karbon di tengah meningkatnya tuntutan pasar internasional terhadap produk-produk ramah lingkungan.(ant/jir)








