Ada Rumah Rusak tak Masuk Daftar Penerima Stimulan, Kepala BPBD Kota Palu Katakan Akan Diakomodir di Gelombang Berikutnya

  • Whatsapp
SALAH Seorang warga secara simbolis menerima dana stimulan korban Gempa Bumi, Tsunami, dan Likuefaksi Kota Palu 28 September 2018. Penyerahan bantuan berlangsung di Asrama Haji, Kota Palu, Rabu (26/2/2020).(foto:Ron)

PALU,brita.id– Sejumlah warga yang rumahnya rusak saat gempa 28 September 2018 silam, tidak masuk dalam daftar penerima dana bantuan bencana (stimulan) Kota Palu, tahap II Tahun 2020.

“Kami tidak mengerti, sekitar Empat bulan lalu pihak Kelurahan Donggala Kodi menyatakan data kami masih ada, namun saat pencairan mereka mengatakan jika nama kami telah hilang,” ungkap Sumarni (48), Warga Jalan Kedondong, Kelurahan Donggala Kodi, Kecamatan Palu Barat, Kamis (27/2/2020).

Pantauan di lokasi, Sumarni merupakan salah seorang warga yang rumahnya mengalami rusak parah akibat bencana.

Dimana bagian tengah badan rumahnya terbelah akibat guncangan gempa yang begitu dahsyat.

“Saya bingung harus mengadu kemana lagi, setahu saya pencairan tahap II merupakan pencairan terakhir,” tutur Janda tiga anak itu.

Hal serupa dialami sejumlah warga di Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu, beberapa warga yang rumahnya rusak tidak masuk dalam data penerima stimulan tahap II Tahun 2020.

Namun adapula rumah yang kerusakannya tidak begitu parah masuk dalam daftar penerima.

“Kami bingung, ada yang tidak rusak parah masuk dalam data, adapula yang rusak parah tidak masuk dalam data,” ungkap Abdul Salam (36), Warga Pengawu.

Namun demikian keterbatasan ekonomi membuat sebagian besar warga memilih bertahan hidup di rumahnya yang rusak.

Sementara Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palu, Singgih B. Prasetyo berharap masyarakat yang belum masuk dalam daftar penerima stimulan tahap II bersabar.

“Khusus bagi warga yang rumahnya belum masuk dalam data 38.805 rumah penerima dana stimulan tahap II berdasarkan SK Pemerintah Kota Palu, akan diakomodir di gelombang-gelombang berikutnya, karena ini sifatnya gelombang, dan yakinlah bahwa semua kita salurkan berapapun, atau kita usulkan kalau belum masuk daftar,” tutur Singgih, Rabu.

Pemerintah melaluiĀ  BPBD Kota Palu melaksanakan penyaluran dana stimulan tahap II Tahun 2020 pada Rabu, 26 Februari 2020 di Aula Asrama Haji Transit Palu.

“Stimulan tahap II per 25 Februari 2020 yang tersalurkan melalui rekening sebanyak 727 KK. Yang sudah cair per hari ini itu 343 KK,” ungkapnya.

Saat ini menurut Singgih, sudah ada 408 KK di BPBD yang siap dikirim ke keuangan. Dan sebanyak 1.400 lebih data yang juga sudah siap untuk diteruskan prosesnya.

Salah seorang penerima stimulan tahap II, Monaraset yang berasal dari kelurahan Palupi, mengaku sangat senang menerima dana stimulan tersebut, apalagi rumahnya tergolong rusak berat.

“Alhamdulillah kami sangat senang menerima stimulan ini. Soalnya rumah sudah retak-retak, tinggal ditongkak dengan kayu,” ungkap Monaraset.

Sementara Sekretaris Kota Palu, Asri berharap segala proses penyaluran dana bantuan dapat berjalan lancar.

“Semoga ini dapat berjalan lancar, tertib, dan efektif dengan dukungan dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, dan stakeholder lainnya,” harapnya.(ron/jir)

 

 

 

 

 

 

 

 

Related posts