Usai Bayar Pungutan Program Pamsimas, Warga Poso Belum Juga Peroleh Air Bersih

  • Whatsapp
Desa Labuan, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso.(foto:adi/brita.id)

POSO, Brita.id- Untuk memperlancar pelaksanaan program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di Desa Labuan, Kecamatan Lage, Kabupaten Poso, warga setempat dimintai pungutan oleh panitia pelaksana program. Namun demikian hingga kini program tersebut belum terealisasi sepenuhnya.

“Untuk bisa mendapatkan bantuan Pamsimas, seluruh warga mengumpulkan dana sebesar Rp44.000/ kepala keluarga,” ungkap salah seorang warga yang enggan namanya dimediakan, akhir pekan lalu.

Selain itu menurut warga, ada juga swadaya masyarakat dalam bentuk tenaga dengan melakukan kerja bhakti secara suka rela demi air bersih, namun hingga kini air bersih yang mereka impikan belum juga sampai ke rumah.

Koordinator Pamsimas Desa Labuan, Zainudin membenarkan adanya pungutan tersebut untuk menyegerakan anggaran program Pamsimas.

“Inisiatif pengumpulan dana ini disepakati bersama, ini persyaratan agar anggaran Pamsimas cepat turun, karena pengelolaan Pamsimas ada yang berbentuk swadadaya masyarakat di dalamnya, itu dinamakan dana inkes,” tutur Zainudin.

Hal senada disampaikan Kepala Desa Labuan, menurutnya sebelum melakukan pungutan, pemerintah desa melakukan rapat bersama masyarakat dan membahas tentang pungutan sebagai syarat yang harus terpenuhi agar program Pamsimas dapat segera berjalan.

“Pungutan ini hasil kesepakatan bersama, masyarakat yang menginginkan, soal airnya sudah sampai atau belum ke rumah warga, kami tak bertanggung jawab,” kata Ruslan.

Dia juga menegaskan, jika pemerintah desa tidak terlalu mengetahui Pamsimas, dimana kata dia, hingga kini belum ada penyerahan program Pamsimas kepada pemerintah Desa Labuan. Sehingga pihaknya hanya membantu program Pamsimas dengan mengadakan kerja bhakti, membantu pekerjaan air dengan harapan masyarakat dapat menikmati air bersih.

 

“Ada tim fasilitator Pamsimas, ada tim pelaksana, dan posisi pemerintah desa hanya menjadi mediator,” terangnya Sekertaris Desa Labuan, Anton Baso.(adi)

Related posts