Bantuan Alat Tangkap Nelayan Morowali Utara Mengerikan

  • Whatsapp
TAMPAK kondisi bantuan alat tangkap berupa perahu yang diterima oleh kelompok Nelayan Morowali Utara, Sulawesi Tengah.(foto:ram/brita.id)

MOROWALI UTARA,Brita.id- Bantuan alat tangkap nelayan berupa perahu, katinting dan gilnet kepada 14 kelompok nelayan di Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah tak layak pakai. Bantuan tersebut tersebar di Desa Siliti, Desa Ueruru Kecamatan Bungku Utara, Desa Momo, Desa Tambale Kecamatan Mamo Salato.

“Sejak bantuan alat tangkap ini kami terima, tak pernah digunakan, tak bisa dioperasikan. Kami dengar anggarannya dari orang BAPPEDA di Kolondale cukup besar yaitu Rp1,3 M,” terang, Ketua Kelompok Ratu Gemilang, Desa Siliti Kecamatan Bungku Utara, Nasir, kepada Brita.id pekan lalu.

Bantuan alat tangkap nelayan berupa perahu yang diperoleh dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Morut itu, diserahkan ke kelompok nelayan akhir tahun 2017 silam, kata Nasir, mengalami kemiringan saat dioperasikan di laut.

“Saat diturunkan di laut perahunya miring, malah ada yang bocor, begitupun pukat ukuran pelastiknya tidak sesuai harapan,” sesal Nasir.

Hal senada disampaikan anggota kelompok nelayan Desa Ueruru, Awaludin, dirinya mengaku tidak menggunakan perahu bantuan, karena kondisi perahu yang tidak seimbang dan tenggelam saat digunakan.

“Ukuran perahu terbuat dari jenis kayu Lingori muda, model perahu tak memiliki lunas, dapat dipastikan perahu yang berjumlah belasan tak satupun bisa dipergunakan di laut,” katanya.

Sementara untuk menyudahi persoalan tersebut, anggota kelompok nelayan mengaku pernah didatangi oknum yang meminta nelayan melakukan perbaikan perahu secara mandiri, dengan cara membuat penyeimbang, namun tak satupun kelompok nelayan yang mengamini permintaan dari oknum kontraktor itu.

“Kalau tidak salah, uang perbaikan yang akan diberikan waktu itu berkisar Rp100 ribu untuk pembenahan perahu,” tutur Awaludin di hadapan anggota kelompok nelayan lainnya.

Hingga saat ini nelayan hanya memarkir perahu bantuan itu di sekitar lingkungan rumah mereka. Pantauan di lokasi beberapa perahu sudah tampak hancur ditelan usia.

“Ada rangka perahu yang masih tersisah, namun adapula yang sudah hancur sama sekali,” kata Awaludin. (RAM)

Related posts