IMIP Bentuk Quick Response Center

  • Whatsapp

MOROWALI,Brita.id– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dengan membentuk Quick Response Center (QRC) sebagai gugus tugas terpadu penanganan kondisi darurat di kawasan industri.

Program yang dideklarasikan sejak 23 Desember 2025 ini ditargetkan meningkatkan kecepatan, efektivitas, dan koordinasi lintas tenant dalam merespons berbagai insiden krisis.

Manager Occupational Health and Safety (OHS) PT IMIP, Johny Semuel, mengatakan QRC dibentuk untuk mengintegrasikan fungsi tanggap darurat seluruh tenant di kawasan industri terintegrasi tersebut. Melalui QRC, penanganan krisis diharapkan berlangsung lebih cepat, terstruktur, dan efisien.

“QRC ini menjadi langkah meningkatkan dan memperkuat koordinasi antarpihak dalam situasi krisis. Penanganan dan pertolongan harus dilakukan secara cepat dan terintegrasi,” ujar Johny Semuel, Kamis (15/1/2026).

Sebagai pendukung operasional, PT IMIP juga menyiapkan infrastruktur komunikasi berbasis radio WiFi.

Teknologi ini dinilai lebih efektif dibanding radio konvensional yang memiliki jangkauan terbatas, terutama untuk menjangkau area operasional IMIP yang luas hingga ke titik terjauh.

“Dengan pengembangan sistem komunikasi ini, distribusi informasi dan koordinasi tim QRC akan lebih efektif dalam mendukung penanganan isu krisis,” jelasnya.

QRC IMIP akan menangani berbagai bentuk kejadian darurat, mulai dari kecelakaan kerja hingga insiden berskala besar.

Gugus tugas ini melibatkan berbagai bidang koordinasi, antara lain K3, lingkungan, keamanan, pemadam kebakaran, legal, media, humas, dan CSR, yang terintegrasi dalam satu sistem penanganan krisis.

Johny menegaskan, QRC tidak berorientasi pada pencarian kesalahan, melainkan pada upaya pencegahan berulangnya insiden.

“Kami fokus pada investigasi penyebab dasar kecelakaan agar tidak terulang. Mulai dari pengamanan lokasi, evakuasi korban, hingga pengumpulan data dan keterangan saksi,” katanya.

Dalam implementasinya, QRC menerapkan tiga level penanganan krisis. Level pertama ditangani oleh internal tenant terkait, level kedua melibatkan lintas perusahaan di dalam kawasan IMIP, sedangkan level ketiga mencakup insiden berskala besar yang melibatkan pihak internal dan eksternal di luar kawasan.

“Jika terjadi insiden, setiap pihak sudah memahami peran dan tanggung jawabnya tanpa harus menunggu perintah. Aktivasi QRC dilakukan secara terstruktur dengan koordinasi satu pintu,” tegas Johny.

Selain respons darurat, QRC juga menekankan program pencegahan dan kesiapsiagaan (preparedness) sebagai bagian penting dari sistem K3. Menurut Johny, kesiapsiagaan dilakukan melalui pengorganisasian yang tepat dan langkah-langkah antisipatif agar kegawatdaruratan dapat dicegah sejak dini.

IMIP memastikan program QRC akan terus disosialisasikan kepada seluruh tenant sebagai pedoman bersama dalam penanganan krisis. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan IMIP dalam merevitalisasi dan meningkatkan sistem K3 di kawasan industri Morowali.(arj/jir)

Pos terkait