IMIP Perkuat Kompetensi SDM Industri Lewat Program Magang 509 Pelajar

  • Whatsapp

MOROWALI, Brita.id– Sebanyak 509 pelajar dan mahasiswa dari sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi mengikuti program magang di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP). Program ini menjadi upaya memperkuat kompetensi sumber daya manusia (SDM) agar sesuai dengan kebutuhan industri pengolahan dan hilirisasi.

HR Operation Head IMIP, Trisno Wasito, mengatakan program magang memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengalaman kerja langsung sekaligus memahami standar keselamatan, budaya kerja, dan kompetensi yang dibutuhkan di lingkungan industri.

“Peserta magang di IMIP saat ini berjumlah 509 orang dari kampus dan SMK. Kesesuaian antara latar belakang pendidikan dan kebutuhan posisi menjadi aspek penting,” ujar Trisno, Sabtu (10/10/2026).

Menurutnya, selain kompetensi teknis sesuai bidang keahlian, peserta magang perlu memiliki kemampuan komunikasi, analisis, kerja sama, kedisiplinan, serta kesiapan mengikuti standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

IMIP bersama perusahaan-perusahaan di dalam kawasan menjalankan tiga skema pemagangan, yakni Magang Hub Kementerian Ketenagakerjaan, Magang Kementerian Perindustrian, serta program magang dan Praktik Kerja Lapangan (PKL).

Untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan program, PT IMIP bekerja sama dengan Politeknik Industri Logam Morowali dan Swiss Skills for Competitiveness (SS4C) menggelar lokakarya penyusunan dokumen Rencana Pelatihan Vokasi (RPV).

Kegiatan tersebut diikuti 10 pendamping magang dari IMIP. Melalui lokakarya ini, para pendamping diharapkan mampu mengidentifikasi dan memetakan kompetensi yang relevan dengan jabatan serta tugas yang diberikan kepada peserta.

Trisno menjelaskan, kualitas program magang tidak hanya ditentukan oleh jumlah peserta yang diterima, tetapi juga oleh proses pembelajaran selama berada di tempat kerja.

Karena itu, pelaksanaan magang perlu didukung tujuan pembelajaran yang jelas, pendampingan, pemberian tugas sesuai kompetensi, serta evaluasi terhadap perkembangan peserta.

“Melalui kegiatan ini, pendamping magang dapat mengidentifikasi dan memetakan kompetensi yang relevan untuk jabatan dan tugas peserta magang,” katanya.

Salah satu peserta magang, Dinda Aisyah Maharani, mengaku mendapatkan pengalaman baru selama menjalani pemagangan di Departemen Human Resources (HR) IMIP.

Ia mengatakan, peserta mendapat kesempatan mempraktikkan langsung pekerjaan, mulai dari menjalankan program rekrutmen hingga melakukan verifikasi berkas.

Menurut Dinda, pendampingan mentor membantunya memahami cara menyelesaikan pekerjaan secara cepat dan taktis. Ia juga mempelajari sejumlah hal yang belum diperoleh selama di sekolah, seperti pembuatan foto kartu identitas (ID card) dan penggunaan sistem faceprint bagi karyawan.

Pengalaman tersebut juga memberinya kesempatan bekerja berdampingan dengan tenaga kerja asal Tiongkok.

Dinda berharap peserta magang dapat memanfaatkan kesempatan tersebut dengan menunjukkan kedisiplinan, ketepatan waktu, dan kemauan untuk terus belajar dari rekan kerja.

Program magang di IMIP tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membangun kemampuan beradaptasi, memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, serta memahami prosedur keselamatan kerja.

Selain menjadi sarana pembelajaran bagi pelajar dan mahasiswa, program ini membuka kesempatan bagi perusahaan untuk mengenali potensi talenta muda melalui pengalaman kerja nyata.

Meski demikian, keikutsertaan dalam program magang tidak otomatis menjamin peserta diangkat menjadi karyawan. Kompetensi dan kinerja peserta selama program, serta kebutuhan tenaga kerja dan ketersediaan posisi di perusahaan, tetap menjadi pertimbangan dalam proses rekrutmen.(jir)

Pos terkait