PALU, Brita.id– Longsor material terjadi di lokasi pertambangan emas tanpa izin (PETI) Vatutela, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 18.00 WITA. Dua penambang dilaporkan tertimpa material longsoran dan mengalami luka-luka.
Berdasarkan informasi dari sumber terpercaya yang dihimpun media ini, kedua korban masing-masing berinisial R dan I, yang berdomisili di Tombolotutu.
“Korban R mengalami patah kaki, sedangkan korban I mengalami sesak napas,” ungkap sumber tersebut, Minggu (11/10/2026).
Kedua korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Undata Palu untuk mendapatkan penanganan medis.
Hingga berita ini ditulis, penyebab longsor belum diketahui. Informasi mengenai kedalaman dan luas material yang runtuh, serta kemungkinan adanya korban lain, juga belum dapat dipastikan.
Peristiwa di Vatutela kembali menyoroti risiko kecelakaan di kawasan pertambangan emas tanpa izin di Kota Palu, khususnya di wilayah Mantikulore.
Pada 7 Februari 2026, longsor terjadi di lokasi yang dikenal sebagai Lubang Monyet, kawasan Vavolapo, Kelurahan Poboya. Saat itu, dua penambang yang berada di dalam lubang merasakan adanya retakan pada dinding galian dan segera keluar untuk menyelamatkan diri.
Sekitar 15 menit kemudian, lubang tersebut dilaporkan longsor. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Sebelumnya, pada 24 Januari 2026, seorang pekerja tambang berinisial SD (42) meninggal dunia dalam kecelakaan kerja di kawasan Vavolapo. Korban dilaporkan tertimpa material dari atas saat mengambil material tambang menggunakan tali, sebelum akhirnya terjatuh dari ketinggian.
Kecelakaan fatal juga terjadi di kawasan Kijang 30, Poboya, pada 3 Juni 2025. Dua penambang meninggal dunia setelah tertimpa material batu yang diduga longsor dari atas bukit ketika mereka berada di area tambang.
Pada Desember 2025, longsor kembali dilaporkan terjadi di kawasan PETI Poboya. Seorang pekerja berinisial DD, yang berasal dari Sulawesi Utara, meninggal dunia setelah tertimbun material tanah saat beraktivitas di lokasi tambang.
Rangkaian kejadian tersebut menunjukkan adanya risiko keselamatan serius di kawasan pertambangan tanpa izin. Namun, penyebab pasti longsor di Vatutela pada 10 Oktober 2026 masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak terkait.(jir)








