Slamet akui PT Imip Pernah Dikuasai Operator Asing

  • Whatsapp
Senior Vice Presiden PT Imip Slamet Victor Panggabean.(foto:brita.id)

PALU, Brita.id- Senior Vice Presiden PT Indonesia Morowali Industrial Park (Imip) Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulteng, Slamet Victor Panggabean mengakui jika sebelumnya PT Imip pernah dikuasai operator yang berasal dari tenaga kerja asing (TKA).

Menurut Slamet hal tersebut diakibatkan kurangnya tenaga kerja lokal yang dapat menempati posisi operator di perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan nikel itu.

   “Kami mengakui, awalnya PT Imip menggunakan sebagian besar operator TKA asing asal Tongkok,” ungkap Slamet saat ditemui wartawan di Palu, Selasa (09/04/2019). 

Namun demikian, sebagai upaya menyerap tenaga kerja lokal, Slamet mengaku, pihaknya terus berupaya menyiapkan generasi lokal untuk menjadi operator atau tenaga ahli di perusahaan itu.

Salah satunya dengan bekerjasama dengan pemerintah membangun Politeknik Industri Logam Morowali dengan beberapa jurusan, diantaranya teknik perawatan mesin, teknik listrik instalasi, dan teknik kimia logam ahli madya Diploma III. Perguruan tinggi vokasi dengan status negeri di bawah kementerian perindustrian bekerjasama dengan PT.IMIP.

Selain itu, pihak PT Imip juga mengaku membuka peluang bagi tenaga kerja lokal yang sudah berstatus sebagai karyawan perusahaan untuk mengikuti berbagai pelatihan di bidang insdutri logam, baik di area Sulawesi maupun Pulau Jawa.

“Kami menargetkan sebanyak 100 tenaga ahli setiap tahunnya. Mereka kompeten di bidang industri smelter logam,” tutur Slamet.

Alhasil, menurutnya saat ini, sebanyak 80 persen operator atau tenaga ahli diperusahaan itu berasal dari tenaga kerja lokal. Sementara secara keseluruhan tenaga lokal yang berkerja diperusahaan itu hingga akhir 2018 sekitar 31 ribu orang, sementara tenaga kerja asing sekitar 2.100 orang.

Dalam kesempatan ini, dirinya juga mengungkapkan rencana menjadikan pabrik baterai di wilayah Morowali menjadi salah satu pabrik baterai terbesar di dunia. Hal ini untuk memenuhi permintaan pasar dunia yang akan menggunakan tenaga baterai sebagai pengganti bahan bakar minyak.(jir)

Related posts