PALU,Brita.id– Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu memastikan penyaluran Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah tahun 2024 berjalan secara transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi.
Kampus ini menegaskan komitmennya dalam mendukung pemerataan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu namun berprestasi.
Rektor UIN Datokarama, Prof. Lukman Thahir, mengatakan pengelolaan beasiswa dilakukan secara terbuka dan sesuai ketentuan. Proses penjaringan calon penerima hingga penyaluran dana dilakukan secara digital dan diawasi ketat.
“Tidak ada yang ditutup-tutupi. Semua pihak berhak tahu bagaimana prosesnya karena ini menyangkut hak publik,” ujar Prof. Lukman di Palu, Rabu (9/7/2025).
Ia menambahkan, pada 2024, UIN Datokarama menerima kuota 300 mahasiswa penerima beasiswa KIP Kuliah. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan sebesar Rp6,6 juta per semester selama delapan semester, atau senilai total lebih dari Rp52 juta per mahasiswa.
Penyaluran dana beasiswa dilakukan melalui Bank Mandiri langsung ke rekening masing-masing mahasiswa penerima. Saat ini, para mahasiswa baru angkatan 2024 yang telah lolos verifikasi, telah mulai menerima manfaat beasiswa tersebut.
Rektor juga menyambut positif kolaborasi Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam pengawasan penyaluran KIP Kuliah di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN).
“Kami mendukung penuh sinergi Kemenag dan KPK dalam mencegah korupsi dana beasiswa. Ini menjadi penguat bagi kampus untuk terus menjaga integritas pengelolaan program KIP Kuliah,” tegas Prof. Lukman yang juga menjabat Ketua PWNU Sulawesi Tengah.
Untuk tahun 2025, UIN Datokarama kembali mendapatkan kuota KIP Kuliah sebanyak 200 orang mahasiswa, yang saat ini dalam proses seleksi berdasarkan kriteria ekonomi dan prestasi akademik.(AMD)








