Ketua ASKAB PSSI Morowali Tegaskan Tindakan Refleksnya Demi Hentikan Keributan di Karang Taruna Cup 12

  • Whatsapp

MOROWALI, Brita.id– Ketua Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Morowali, Gafar Hilal, SP, menegaskan bahwa tindakan refleks yang dilakukannya saat insiden laga Mars FC vs Bahoruru FC dalam turnamen Karang Taruna Cup 12 terjadi semata-mata untuk menghentikan keributan yang lebih besar di lapangan dan melindungi pemain.

Gafar mengakui sempat melakukan pukulan secara refleks kepada official Mars FC setelah melihat adanya pemain Bahoruru FC yang lebih dulu menjadi korban pemukulan oleh official Mars saat pertandingan masih sementara berlangsung.

Tindakan itu murni refleks. Saya tersulut emosi karena melihat langsung pemain dipukul, padahal sehari sebelumnya saat pembukaan turnamen saya dalam sambutan pembukaan keras dan tegas menghimbau dan mengingatkan kepada seluruh pemain dan official untuk menjaga sportivitas dan tidak melakukan kekerasan, apaalgi terhadap pemain.” tegas Gafar.

Meski demikian, Gafar tetap menyampaikan permohonan maaf kepada pihak official Mars FC atas tindakan refleks yang dilakukannya.

Dalam kesempatan itu, Gafar juga menyayangkan dan tidak terima pemberitaan di media sosial oleh akun media sosial Bungku Life dan salah seorang pemain Mars Fc yang dinilainya viralkan kejadian tersebut secara sepihak, sehingga seolah-olah dirinya menjadi pemicu utama keributan.

Padahal jelas bahwa pemicu pemukulan sehingga menyebabkan kekacauan adalah Official Mars FC. Sehingga dirinya juga secara tegas meminta kepada Panitia untuk memberikan sanksi kepada dirinya dan official serta pemain Mars FC.

“Sangat disayangkan karena tidak ada konfirmasi ke panitia atau perangkat pertandingan. Narasi yang berkembang jadi tidak utuh dan merugikan pihak tertentu. Jangan kesannya bahwa kami yang menjadi pemicu dan pelaku. Supaya clear dan publik tahu bahwa pelaku pemukulan dan pemicu kekacauan sesungguhnya adalah Mars FC,” ujarnya.

“Jadi saran saya tegas, Mars FC dan saya sendiri tentu harus meminta maaf secara resmi kepada Panitia Pelaksana karena mencederai kegiatan mereka. Saya menyayangkan ada pihak Mars FC yang menyoroti itu karena secara kronologis mereka lah pelaku pemukulan awal penyebab utama kericuhan,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Gafar juga menyampaikan, turnamen ini dibuat sebagai bagian dari tugas berat untuk memajukan sepakbola morowali.

Makanya saya selaku Ketua Askab sangat tidak terima perilaku yang tidak baik dari seseorang yang selalu ingin merusak cita-cita kami. Apalagi perilaku pemukulan,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Karang Taruna Cup 12, Herman menegaskan bahwa panitia tidak membenarkan segala bentuk kekerasan yang terjadi di lapangan.

Ia meminta semua pihak menghormati aturan pertandingan dan sanksi yang telah disepakati dalam technical meeting.

Herman juga menekankan agar tidak ada pihak yang menggiring opini atau narasi yang menyudutkan individu maupun lembaga tertentu tanpa klarifikasi resmi dari panitia pelaksana.

Dari pihak Mars FC, official tim mengakui adanya kesalahan berupa pemukulan terhadap pemain Bahoruru FC dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Mereka juga menyatakan siap menerima sanksi yang diberikan panitia.

Sementara itu, official Bahoruru FC menerima keputusan perangkat pertandingan dan turut meminta maaf kepada pemain Mars FC atas insiden tersebut, sembari mengingatkan para pemainnya agar menghindari tindakan provokatif di lapangan.

Panitia memastikan insiden ini menjadi evaluasi bersama agar turnamen Karang Taruna Cup 12 tetap berjalan kondusif, menjunjung tinggi sportivitas, serta kembali pada tujuan awal sebagai ajang silaturahmi dan pembinaan sepak bola di Kabupaten Morowali.(pal)

Pos terkait