TOLITOLI,Brita.id– PT Triple Zhi Network, perusahaan penyedia layanan internet (Internet Service Provider/ISP) yang berizin resmi, menyatakan kesiapan penuh mendukung pelaksanaan Program Sulteng Berani Berdering di Kabupaten Tolitoli.
Humas PT Triple Zhi Network, Muhammad Mubarak, SH, mengatakan pihaknya siap berperan aktif dalam mendukung program digitalisasi desa yang digagas Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Program Berani Berdering.
Menurutnya, Kabupaten Tolitoli menjadi salah satu daerah yang mendapat manfaat pada tahap awal pelaksanaan program tersebut.
Sebanyak 12 desa akan memperoleh layanan internet desa guna memperluas akses konektivitas digital bagi masyarakat.
“Pada tahap pertama, sebanyak 12 desa di Kabupaten Tolitoli mendapat kesempatan menikmati layanan internet desa melalui program tersebut.
Ke depan, Program Berani Berdering ditargetkan menjangkau sekitar 150 desa di seluruh Sulawesi Tengah sesuai petunjuk teknis yang disusun Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik Provinsi Sulawesi Tengah,” ujar Muhammad Mubarak, Minggu (7/6/2026).
Ia menjelaskan, PT Triple Zhi Network telah melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Dinas Kominfo Santik Provinsi Sulawesi Tengah terkait pelaksanaan program tersebut.
Menurut Mubarak, pihaknya diminta ikut berperan dalam mendukung pemerintah desa menjalankan Program Berani Berdering sesuai mekanisme kerja sama yang telah diatur dalam petunjuk teknis resmi pemerintah provinsi.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan Dinas Kominfo Provinsi. PT Triple Zhi Network diminta ikut berperan dalam pelaksanaan Program Berani Berdering bersama pemerintah desa dengan pola kerja sama yang telah diatur dalam juknis resmi pemerintah provinsi,” katanya.
Sebagai perusahaan penyelenggara jasa internet yang legal, PT Triple Zhi Network telah mengantongi Surat Keterangan Laik Operasi (SKLO) dan izin penyelenggaraan jaringan dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.
Perusahaan yang berdiri sejak 2023 dan berkantor pusat di Kabupaten Tolitoli tersebut juga memiliki infrastruktur jaringan mandiri, termasuk tiang dan perangkat pendukung operasional.
Mubarak menegaskan, pihaknya siap melaksanakan seluruh tahapan program mulai dari survei lokasi, pemasangan perangkat, pelatihan pengelola desa hingga pemeliharaan jaringan internet selama satu tahun sesuai ketentuan program.
“Kami siap bertanggung jawab terhadap seluruh komponen kegiatan, mulai dari pengadaan peralatan, pelatihan hingga pemeliharaan jaringan selama satu tahun,” tegasnya.
Program Berani Berdering pada tahap awal menyasar 12 desa yang selama ini masuk kategori wilayah blank spot atau belum terjangkau layanan internet memadai.
Seluruh pembiayaan program bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Sulawesi Tengah dan dikoordinasikan oleh Dinas Kominfo Santik Provinsi Sulawesi Tengah.
Sementara itu, salah seorang anggota tim verifikasi Dinas Kominfo Santik Provinsi Sulawesi Tengah menegaskan bahwa perusahaan yang menjadi mitra dalam Program Berani Berdering wajib memiliki izin resmi sebagai penyelenggara jaringan internet.
Menurutnya, ketentuan tersebut menjadi syarat utama guna menjamin kualitas layanan, kepastian hukum, serta akuntabilitas penggunaan anggaran negara dalam pelaksanaan program.
“Perusahaan yang menjadi mitra desa harus memiliki izin resmi penyelenggaraan jaringan internet. Bukan pelaku RTRW Net yang tidak memiliki izin sebagaimana dipersyaratkan pemerintah,” ujarnya.
Penegasan tersebut sekaligus memastikan bahwa pelaksanaan Program Berani Berdering hanya dapat dilakukan oleh penyelenggara jasa internet (ISP) yang telah memenuhi seluruh ketentuan regulasi pemerintah, bukan oleh penyedia layanan internet ilegal yang beroperasi tanpa izin resmi.
Melalui keterlibatan perusahaan-perusahaan berizin seperti PT Triple Zhi Network, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap Program Berani Berdering mampu mempercepat pemerataan akses internet desa, mengurangi wilayah blank spot, serta mendukung transformasi digital hingga ke pelosok daerah.(RM)








