RAPBD Morowali 2027 Capai Rp2,41 Triliun, PAD Ditargetkan Rp1,55 Triliun

  • Whatsapp

MOROWALI,Brita.id– Pemerintah Kabupaten Morowali merencanakan pendapatan daerah sebesar Rp2,419 triliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027.

Dari jumlah tersebut, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan mencapai Rp1,556 triliun, sedangkan pendapatan transfer direncanakan sebesar Rp852,29 miliar.

Rincian tersebut disampaikan Wakil Bupati Morowali, Iriane Iliyas, dalam rapat paripurna DPRD Morowali dengan agenda penyampaian Nota Keuangan RAPBD Tahun Anggaran 2027, Rabu (14/10/2026).

Rapat dipimpin Ketua DPRD Morowali Herdianto Marsuki, SE, didampingi Wakil Ketua I Ihwan Muhammad Thaiyeb, serta dihadiri sejumlah anggota DPRD dan jajaran pemerintah daerah.

Berdasarkan rancangan yang disampaikan, struktur pendapatan daerah Kabupaten Morowali pada 2027 direncanakan sebagai berikut:

Pendapatan daerah: Rp2.419.225.662.573.

Pendapatan Asli Daerah (PAD): Rp1.556.305.131.545.

Pendapatan transfer: Rp852.293.395.256.

Iriane menjelaskan, besarnya target PAD menunjukkan pentingnya upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kemandirian fiskal.

Langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi penerimaan daerah, peningkatan kepatuhan wajib pajak dan retribusi, perbaikan tata kelola pemungutan, serta pengembangan potensi ekonomi daerah secara berkelanjutan.

Selain mengoptimalkan PAD, pemerintah daerah juga akan mendorong peningkatan kualitas pelayanan perpajakan dan retribusi serta mengelola aset dan kekayaan daerah secara produktif dan bertanggung jawab.

Belanja Daerah Capai Rp2,41 Triliun

Pada sisi belanja, pemerintah Kabupaten Morowali merencanakan anggaran sebesar Rp2.412.663.044.023 untuk tahun 2027.

Anggaran belanja tersebut terdiri atas belanja operasi sebesar Rp1.699.320.472.622,21, belanja modal Rp380.494.239.498,79, belanja tidak terduga Rp10 miliar, dan belanja transfer Rp322.848.331.902.

Dengan demikian, komposisi belanja daerah yang direncanakan meliputi:

Belanja operasi: Rp1.699.320.472.622,21.

Belanja modal: Rp380.494.239.498,79.

Belanja tidak terduga: Rp10.000.000.000.

Belanja transfer: Rp322.848.331.902.

Iriane menyampaikan, pelaksanaan anggaran akan diarahkan untuk mendukung pelayanan dasar, peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, pembangunan serta pemeliharaan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah daerah juga menargetkan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif dan akuntabel melalui pengelolaan anggaran sesuai prioritas pembangunan daerah.

Terdapat Selisih Pendapatan dan Belanja

Berdasarkan rancangan yang disampaikan, pendapatan daerah sebesar Rp2.419.225.662.573 lebih besar dibandingkan belanja daerah sebesar Rp2.412.663.044.023.

Selisih tersebut menghasilkan surplus anggaran sebesar Rp6.562.618.550.

Dalam pemaparan tersebut, surplus direncanakan untuk menutup pengeluaran pembiayaan daerah, yang meliputi penyertaan modal daerah sebesar Rp5 miliar dan pengeluaran pembiayaan lainnya sebesar Rp1.562.618.550.

Penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2027 tersebut menjadi bagian dari tahapan pembahasan anggaran antara pemerintah daerah dan DPRD Morowali.

Rapat paripurna ditutup dengan penandatanganan berita acara penyampaian Nota Keuangan RAPBD 2027 serta penyerahan dokumen nota keuangan oleh pimpinan DPRD kepada Wakil Bupati Morowali.(pal)

Pos terkait