QRIS Tembus 65,77 Juta Pengguna, Transaksi Semester I 2026 Capai Rp1,12 Kuadriliun

  • Whatsapp

JAKARTA, Brita.id– Digitalisasi sistem pembayaran nasional terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Hingga Juni 2026, jumlah pengguna Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) mencapai 65,77 juta pengguna, dengan 6,23 juta di antaranya merupakan pengguna baru sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan adopsi QRIS masih terus meluas, termasuk di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Bank Indonesia mencatat, QRIS kini telah menjangkau 44,86 juta merchant. Dari jumlah tersebut, sebanyak 96,68 persen merupakan UMKM.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa digitalisasi pembayaran tidak hanya dimanfaatkan oleh pelaku usaha berskala besar, tetapi juga semakin menjangkau usaha mikro dan kecil di berbagai daerah.

Perluasan pengguna dan merchant turut mendorong peningkatan transaksi. Sepanjang semester I 2026, transaksi QRIS tercatat mencapai 12,55 miliar transaksi.

Secara nominal, nilai transaksi QRIS selama periode tersebut mencapai Rp1,12 kuadriliun atau tumbuh 93,92 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Pertumbuhan ini menjadi salah satu indikator semakin kuatnya pemanfaatan sistem pembayaran digital dalam aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi UMKM untuk masuk dan berkembang dalam ekosistem ekonomi digital.

Selain memperluas penggunaan QRIS, Bank Indonesia juga mendorong penguatan sistem pembayaran melalui peluncuran Kartu Kredit Indonesia serta perluasan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) QRIS sebesar 0 persen untuk kategori tertentu.

Kebijakan tersebut merupakan hasil sinergi Bank Indonesia bersama asosiasi, Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PSP), serta berbagai pemangku kepentingan terkait.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat penguatan ekonomi digital sekaligus mendorong kemandirian ekonomi nasional.

Penguatan sistem pembayaran digital juga diarahkan untuk mendukung implementasi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2030 serta program Asta Cita Pemerintah dalam menopang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.(**/jir)

Pos terkait