PALU,Brita.id– Ditengah pujian yang diterima oleh pemerintah di perayaan HUT ke-48 Kota Palu, mulai dari tata kelolah hingga pembangunan Kota baik, ternyata masih terdapat derita panjang ratusan warga Jalan Al I’itirof, Kelurahan Pengawu, Kecamatan Tatanga, Kota Palu akibat debu jalan yang tak kunjung tersentuh proyek pengaspalan.
Pantauan di lokasi, kondisi terparah terjadi di siang hari, saat kendaraan dan angin bersatu membangunkan debu yang terbaring di badan jalan.
Debu tebal menyelimuti setiap pengendara dan pejalan kaki yang melintas di wilayah dekat perbatasan Kota Palu – Kabupaten Sigi itu.
Tidak hanya itu, rumah warga, masjid dan sarana pendidikan yang ada di wilayah itu ikut menjadi tempat bersarangnya debu yang diterpa angin.
Situasi buruk ini telah dirasakan warga selama bertahun-tahun, termasuk petani yang beraktivitas di wilayah itu.
“Karena jalur itu merupakan jalan umum satu-satunya terpaksa kami tempuh. Kondisi jalan berdebu dan berbatu seperti ini sudah berlangsung selama bertahun-tahun lamanya, kasihan anak-anak sekolah setiap hari ikut menghirup debu,” ungkap Busman (26), salah seorang warga yang ditemui di lokasi, Senin (28/9/2026).
Warga mengaku telah melakukan berbagai upaya untuk menyudahi situasi itu, salah satunya dengan menemui langsung Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid dan menyampaikan persoalan tersebut.
Namun hingga kini belum ada tanda-tanda perbaikan yang ditunjukkan oleh pemerintah Kota Palu.
“Saat peresmian masjid Pak Wali Kota Palu, Hadianto Rasyid janji akan membangun jalan, namun hingga kini belum ada realisasi, semoga segera terwujud. Kalau boleh sekalianndengan lampu penerangan jalan, gelap sekali kalau malam,” tutur Fitria (37), warga lainnya.
Sebelumnya Jalan Al I’itirof adalah Jalan Kinta Baru yang berubah nama setelah berdirinya sekolah dasar SD Al I’itirof Palu di wilayah itu.(jir)








