Sekolah Lansia Resmi Dibuka di Morowali, Dorong Lansia Tetap Sehat dan Produktif

  • Whatsapp

MOROWALI,Brita.id– Sekolah Lansia resmi dibuka di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Kamis (1/10/2026). Program tersebut mengusung tema “Belajar Sepanjang Hayat, Sehat di Usia Senja, Bermakna untuk Sesama.”

Pembukaan Sekolah Lansia diinisiasi Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Morowali dan berlangsung di salah satu hotel di Kecamatan Bungku Tengah.

Kegiatan tersebut dihadiri Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Morowali, Staf Ahli Bidang Pembangunan Ekonomi dan Keuangan yang mewakili Bupati Morowali, Ketua TP-PKK Kabupaten Morowali, dokter dan bidan, unsur Forkopimda, para camat dan kepala desa, serta 30 peserta Sekolah Lansia.

Kepala DP3AP2KB Kabupaten Morowali, Nursia, mengatakan Sekolah Lansia merupakan salah satu program Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN yang bertujuan memberikan ruang bagi lanjut usia untuk terus belajar, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan, meningkatkan kemandirian, serta tetap aktif dan produktif.

“Sekolah Lansia bukan berarti kembali ke sekolah seperti saat kita muda. Kegiatan ini menjadi tempat untuk belajar, berbagi pengalaman, menjaga kesehatan, dan tetap aktif dalam kehidupan sosial,” ujar Nursia.

Menurutnya, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung lansia agar tetap sehat secara fisik, kuat secara mental, dekat dengan keluarga, aktif di lingkungan sosial, serta memiliki kehidupan spiritual dan keagamaan yang baik.

Sekolah Lansia akan dilaksanakan dalam 12 kali pertemuan dengan materi yang meliputi kesehatan, psikologis, sosial, kemandirian, serta aspek spiritual dan keagamaan.

Pelaksanaan kegiatan melibatkan tenaga kesehatan dari puskesmas, tenaga pengajar, kader, organisasi perangkat daerah (OPD), serta pihak terkait lainnya.

“Kegiatan ini bukan untuk berpikir keras, tetapi dilaksanakan dengan santai dan menyenangkan, sehingga para lansia dapat belajar sekaligus bersosialisasi,” katanya.

Nursia menjelaskan, program Sekolah Lansia akan dilaksanakan secara bertahap di 10 kecamatan dengan pendampingan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB).

Kegiatan juga akan dilaksanakan hingga tingkat kelurahan agar dapat menjangkau lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas.

“Dengan mendekatkan kegiatan kepada masyarakat, kami berharap semakin banyak lansia yang dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman dan berkesinambungan,” jelasnya.

Pembelajaran Sekolah Lansia nantinya diarahkan sesuai standar atau tingkatan yang telah ditetapkan, mulai dari Standar 1 hingga Standar 3.

Setelah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran, peserta akan mengikuti wisuda Sekolah Lansia sebagai bentuk apresiasi atas semangat dan ketekunan mereka.

Nursia mengajak peserta tidak menjadikan Sekolah Lansia sekadar kegiatan seremonial. Menurutnya, program tersebut harus menjadi ruang bagi lansia untuk terus belajar, bersosialisasi, menjaga kesehatan, dan saling memberikan semangat.

“Usia boleh bertambah, tetapi semangat untuk hidup sehat, berkarya, dan memberikan manfaat bagi keluarga serta masyarakat harus tetap ada,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyematan tanda pengenal kepada peserta Sekolah Lansia sebagai tanda dimulainya rangkaian pembelajaran.

Nursia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut.

Melalui Sekolah Lansia, Pemerintah Kabupaten Morowali berharap para lansia dapat menjalani masa lanjut usia dengan sehat, mandiri, bahagia, aktif, dan bermartabat serta tetap memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat.(pal)

Pos terkait