Wakil Ketua II DPRD Morowali Minta PT IHIP Hentikan Sementara Aktivitas di Lokasi Kecelakaan Tewaskan Pekerja

  • Whatsapp

MOROWALI, Brita.id– Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Morowali, Sultana Hadie, ST, meminta PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) menghentikan sementara aktivitas di lokasi terjadinya kecelakaan kerja yang menewaskan seorang pekerja di kawasan industri Topogaro, Jumat (31/7/2026).

Menurut Sultana, penghentian sementara aktivitas di titik kejadian merupakan bentuk penghormatan kepada korban sekaligus ungkapan belasungkawa atas insiden yang terjadi.

“Penghentian sementara itu adalah wujud penghormatan serta belasungkawa kita bersama kepada korban dan keluarganya,” ujar Sultana saat dikonfirmasi.

Ia menegaskan, keselamatan pekerja harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas industri. Menurutnya, perusahaan perlu menunjukkan komitmen nyata terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

“Mari buktikan integritas industri dengan menempatkan keselamatan manusia sebagai hukum tertinggi. Keselamatan manusia adalah hukum tertinggi,” tegasnya.

Sultana menilai insiden tersebut tidak boleh dipandang sebagai musibah biasa. Menurutnya, kecelakaan kerja yang mengakibatkan hilangnya nyawa pekerja harus menjadi momentum bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem K3.

“Nyawa buruh tidak boleh dianggap sebagai konsekuensi biasa dari aktivitas industri. Setiap korban jiwa harus menjadi alarm keras bagi perusahaan untuk melakukan evaluasi total terhadap sistem keselamatan kerja yang diterapkan,” katanya.

Ia berharap hasil evaluasi tersebut dapat memperkuat penerapan standar keselamatan kerja sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang di kawasan industri Morowali.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Indonesia Huabao Industrial Park (IHIP) belum memberikan keterangan resmi terkait permintaan penghentian sementara aktivitas di lokasi kejadian maupun langkah evaluasi yang akan dilakukan.(pal)

Pos terkait