MOROWALI, Brita.id– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) memperkuat dukungan terhadap sektor pendidikan di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, melalui peningkatan kualitas tenaga pendidik, sarana-prasarana, pembangunan ruang kelas, hingga pemberian beasiswa.
Sepanjang Januari hingga September 2026, berbagai program pendidikan tersebut dijalankan melalui pilar pendidikan CSR IMIP untuk mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah lingkar kawasan industri.
Salah satu fokus utama dilakukan dengan mengatasi keterbatasan tenaga pendidik. IMIP telah merekrut 66 guru yang ditempatkan di berbagai satuan pendidikan sekolah IMIP dan sekolah binaan CSR di Bahodopi.
Dari jumlah tersebut, delapan guru ditempatkan di jenjang TK, 28 guru SD, 18 guru SMP, enam guru SMK, tiga guru SMA, serta tiga tenaga pendamping di Rumah Literasi IMIP.
Peningkatan kompetensi guru juga menjadi perhatian. Pada Mei dan Agustus 2026, IMIP menggelar pelatihan pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris yang diikuti 145 guru.
Sementara itu, sebanyak 58 kepala sekolah jenjang SD, SMP, dan SMA se-Kecamatan Bahodopi mengikuti program pengembangan kapasitas kepemimpinan visioner di era transformasi digital.
Dari sisi sarana pendukung pembelajaran, IMIP menyalurkan 12 unit komputer, proyektor, layar, dan printer ke sejumlah sekolah dasar serta unit literasi desa.
Dalam sembilan bulan terakhir, sebanyak 569 set meubelair juga didistribusikan ke delapan satuan pendidikan, yakni MTs Labota, MTs Makarti Jaya, SDN Makarti Jaya, SDN 2 Bahodopi, SDN 2 Bahomakmur, SDN Labota, SDN Lalampu, dan SDN Lerea.
Dukungan pembangunan fisik sekolah turut dilakukan dengan merampungkan penambahan tujuh ruang kelas baru di MTs Al-Khairaat Makarti Jaya, PAUD KB Almutakabbir Labota, SDN Lerea, dan SD Ekklesia Bahodopi.
Khusus di SDN Padabaho, IMIP membangun talud pengaman sebagai bagian dari dukungan terhadap sarana pendidikan.
Dukungan juga diperluas hingga pendidikan vokasi. PT IMIP menyalurkan 22 jenis alat laboratorium kimia modern dan 40 macam bahan kimia kepada Politeknik Industri Logam Morowali untuk menunjang kesiapan riset mahasiswa menghadapi kebutuhan industri.
“Tidak hanya mengasah kompetensi manusia, peningkatan sarana fisik diperlukan untuk mengimbangi pertambahan peserta didik. Penting juga upaya mendukung keberlanjutan pendidikan yang lebih baik bagi warga di sekitar kawasan IMIP,” kata Strategy and Implementation Deputy Department Head CSR PT IMIP, Laurencia Kirana Larasati.
Selain pendidikan formal, IMIP menjalankan program edukasi melalui Rumah Literasi IMIP di Desa Bahomakmur, Labota, dan Mbokita serta Balai Pasraman Bahomakmur.
Di ruang belajar publik tersebut, CSR IMIP menggelar Kelas Inspiratif serta berbagai pendidikan tematik dan penguatan karakter bagi siswa dan masyarakat umum.
Dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan juga diwujudkan melalui Program Beasiswa IMIP Bersinergi. Program ini mendampingi 65 mahasiswa asal Kecamatan Bahodopi yang menempuh pendidikan sarjana di sejumlah perguruan tinggi di Kota Palu, Makassar, Kendari, dan Yogyakarta.
“Dukungan keberlanjutan pendidikan di lingkar kawasan direalisasikan melalui program Beasiswa IMIP Bersinergi yang mendampingi 65 mahasiswa studi sarjana asal Kecamatan Bahodopi di belasan perguruan tinggi,” tandas Laurencia.
Melalui rangkaian program tersebut, IMIP menempatkan peningkatan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia sebagai bagian dari dukungan terhadap keberlanjutan masyarakat di sekitar kawasan industri.(jir)








