Komando Demo di Jakarta, Desak BNN dan Mabes Polri Usut Dugaan Peredaran Narkoba di Kawasan PT IGIP Morowali

  • Whatsapp

JAKARTA, Brita.id– Konsorsium Mahasiswa dan Pemuda Indonesia (Komando) menggelar aksi unjuk rasa di depan Sapodel Office Tower, kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (30/10/2026).

Massa mendesak Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Mabes Polri mengusut dugaan penggunaan serta peredaran narkoba di kawasan industri PT International Green Industrial Park (PT IGIP) di Desa Sambalagi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.

Aksi yang berlangsung di kantor pusat PT IGIP, lantai 22 Sapodel Office Tower, Jalan Prof. Dr. Satrio, Kecamatan Setiabudi, sempat diwarnai ketegangan antara massa demonstran dan petugas keamanan gedung.

Ketegangan bermula ketika massa mendatangi gedung untuk menemui pihak PT IGIP. Namun, petugas keamanan sempat menyatakan bahwa kantor perusahaan yang mereka cari tidak berada di gedung tersebut.

Perwakilan Bidang Pergerakan Komando, Irwan, menyayangkan sikap petugas keamanan yang dinilai tidak memberikan informasi secara terbuka mengenai keberadaan kantor perusahaan.

“Kami sangat menyesalkan adanya oknum-oknum yang berusaha menyembunyikan keberadaan kantor PT IGIP. Di awal aksi, pihak keamanan sempat berdalih bahwa kantor tersebut tidak ada di sini,” ujar Irwan dalam orasinya.

Massa yang tidak puas dengan penjelasan tersebut kemudian bertahan di area luar gedung dan terus mendesak agar dapat bertemu dengan manajemen perusahaan.

Setelah situasi sempat memanas, pihak manajemen PT IGIP akhirnya bersedia menerima perwakilan demonstran untuk melakukan audiensi di kantor perusahaan yang berada di lantai 22.

Namun, pertemuan tersebut berakhir buntu tanpa menghasilkan kesepakatan antara kedua belah pihak.

Irwan mengatakan, pihaknya menduga terdapat oknum karyawan PT IGIP yang terlibat dalam penggunaan narkoba di kawasan industri Morowali. Karena itu, Komando meminta aparat penegak hukum segera melakukan penyelidikan dan mengambil tindakan tegas apabila ditemukan pelanggaran hukum.

“Kami menduga kuat oknum karyawan PT International Green Industrial Park yang berada di Desa Sambalagi telah menggunakan narkoba di kawasan pertambangan. Ini kesalahan fatal,” tegasnya.

Ia menyatakan, tidak adanya kesepakatan dalam audiensi menjadi alasan Komando melanjutkan aksi ke tingkat nasional dengan mendatangi Mabes Polri dan kantor pusat BNN.

“Karena tidak ada kesepakatan dalam pertemuan tadi, aksi selanjutnya kami akan langsung mendatangi Mabes Polri dan BNN Pusat agar menindak tegas kawasan industri tersebut,” lanjut Irwan.

Komando juga mengecam dugaan pembiaran terhadap penggunaan maupun peredaran narkoba di kawasan industri tersebut. Menurut mereka, persoalan narkoba harus mendapat perhatian serius karena berpotensi merusak kehidupan masyarakat dan masa depan generasi muda di Kabupaten Morowali.

Komando berharap BNN dan Mabes Polri menindaklanjuti dugaan tersebut melalui pemeriksaan dan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.(Tim)

Pos terkait