Proyek Irigasi PT Agrinas Pangan Nusantara Alami Keterlambatan, Petani Tolitoli Utara Menjerit

  • Whatsapp

TOLITOLI,Brita.id– Pembangunan Daerah Irigasi (DI) di Desa Binontoan, Kecamatan Tolitoli Utara, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah yang dikerjakan PT Agrinas Pangan Nusantara dengan anggaran miliaran rupiah mengalami keterlambatan penyelesaian.

Dampak keterlambatan pekerjaan saluran irigasi menyebabkan petani Desa Binontoan dan Desa Giok mengalami gagal tanam.

Hasil investigasi media ini di lokasi pekerjaan Senin (22/12/2025) menunjukkan daerah irigasi sepanjang 2,4 kilo meter itu masih jauh dari penyelesaian, pemasang batu sampai pengecoran lantai saluran irigasi sebagian besar belum dilaksanakan.

Warga sekitar yang dikonfirmasi media ini mengeluhkan keterlambatan pekerjaan irigasi, pasalnya sejak Empat bulan terkahir petani sudah tidak dapat lagi menggarap sawahnya karena pekerjaan saluran irigasi yang sampai saat ini belum selesai.

“Sudah Empat bulan kami tidak bisa menggarap sawah, karena saluran irigasi yang mengairi sawah sementara dikerja, dan kemungkinan besar pekerjaan itu tidak akan selesai sampai akhir Desember 2025,” kata warga sekitar.

Salah seorang pekerja Syarif saat di konfirmasi media ini menceritakan, salah satu penyebab keterlambatan pekerjaan irigasi ini akibat minimnya jumlah tukang dan pekerja.

Hal itu disebabkan upah yang diberlakukan oleh perusahaan pelaksana terlalu murah, sekitar Rp90 ribu permeter.

“Kurang orang yang kerja ini saluran irigasi pak, karena upah tukang yang sangat murah bahkan sebagian pekerja sudah ada yang berhenti apalagi lokasi ini terlalu jauh dari perkampungan,” katanya.

Syarif meyakini, proyek irigasi tersebut tidak bakal rampung 100 persen hingga akhir bulan ini bahkan sampai Januari 2026.

Sementara pengawas pelaksana Rafa yang dikonfirmasi media ini membenarkan keterlambatan pekerjaan akibat minimnya jumlah pekerja.

“Iya, kurang pekerjanya pak sehinggah masih banyak saluran irigasi yang belum selesai dilaksanakan,” jawabnya singkat.

Keterlambatan pembangunan irigasi yang berada dibawah naungan Balai Sungai Provinsi Sulawesi Tengah ini disoroti Ketua LSM Bumi Bhakti, Ahmad Pombang, menurutnya persoalan keterlambatan pekerjaan irigasi ini tidak bisa dipandang sebelah mata, karena menyangkut keberlangsungan ekonomi petani.

“Pembangunan irigasi ini tujuannya jelas, untuk pengairan sawah petani, kalau pengerjaannya terlambat seperti ini, maka petani yang paling dirugikan,” tegas Ahmad.

Ahmad Pombang menduga penyebab keterlambatan pembangunan irigasi ini karena perencanaan dan pengawasan yang tidak maksimal.

“Bisa jadi perencanaan yang keliru dan pengawasnya yang kurang turun lapangan, ini sudah akhir tahun anggaran, tapi masih banyak pekerjaan yang belum selesai dilaksanakan kasihan petani, belum bisa memanfaatkan,” tuturnya.(TIM)

Pos terkait