PT CPM Tegaskan Komitmen Good Mining Practices dan Keselamatan Lingkungan

  • Whatsapp

PALU,Brita.id— PT Citra Palu Minerals (CPM) menegaskan komitmennya menjalankan kegiatan pertambangan dengan mengutamakan kaidah teknik pertambangan yang baik atau Good Mining Practices, keselamatan kerja, serta perlindungan lingkungan.

Penegasan tersebut disampaikan General Manager (GM) External Affairs PT CPM, Amran Amier, menyusul kunjungan kerja Komisi III DPRD Provinsi Sulawesi Tengah ke area operasional PT CPM di Kelurahan Poboya, Kota Palu, Senin (10/8/2026).

Menurut Amran, kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, transparansi dan sinergi antara perusahaan dengan pemerintah daerah terkait pengelolaan kegiatan pertambangan di wilayah operasional PT CPM.

“PT CPM berkomitmen menjalankan seluruh aktivitas operasional dengan berlandaskan pada Good Mining Practices, kepatuhan terhadap regulasi, serta penerapan standar keselamatan kerja dan lingkungan,” kata Amran.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah hal yang menjadi perhatian dalam kunjungan Komisi III DPRD Sulteng, termasuk aspek kepatuhan regulasi, rencana tambang bawah tanah, pengelolaan tailing, serta program pemberdayaan masyarakat.

Terkait kepatuhan regulasi dan pengolahan mineral, Amran mengatakan PT CPM merupakan pemegang Kontrak Karya (KK) resmi pemerintah yang menjalankan kegiatan pertambangan di Sulawesi Tengah.

Keberadaan fasilitas pengolahan emas dengan teknologi Carbon-in-Leach (CIL) di Poboya, kata dia, merupakan bagian dari upaya perusahaan mendukung hilirisasi mineral di dalam negeri.

Melalui fasilitas tersebut, bijih emas diproses menjadi dore bullion sehingga memberikan nilai tambah terhadap komoditas mineral sekaligus berkontribusi terhadap perekonomian nasional dan penerimaan daerah.

“Perusahaan senantiasa kooperatif dan aktif berkoordinasi dengan Kementerian ESDM terkait penyesuaian administrasi perizinan sesuai dengan dinamika regulasi yang berlaku,” ujarnya.

Amran juga menjelaskan rencana pengembangan tambang bawah tanah (underground mining) PT CPM. Menurutnya, aspek keselamatan menjadi pertimbangan utama dalam setiap tahapan perencanaan.

Mengingat kondisi geologi Sulawesi Tengah yang memiliki karakteristik kegempaan, perencanaan teknis tambang bawah tanah dilakukan dengan mempertimbangkan kajian geoteknik, hidrologi dan penilaian risiko gempa.

“Keselamatan operasional dan masyarakat menjadi prioritas utama. Seluruh perencanaan teknis dilakukan berdasarkan kajian dan melibatkan para ahli,” jelas Amran.

Ia menambahkan, rencana pengembangan tersebut juga mengacu pada dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) perusahaan serta ketentuan teknis yang ditetapkan pemerintah melalui Kementerian ESDM.

Pada aspek lingkungan, PT CPM memastikan pengelolaan tailing dilakukan dengan mengacu pada ketentuan dan baku mutu lingkungan yang berlaku.

Amran mengatakan pemantauan kualitas air limbah, tanah dan udara di sekitar wilayah operasional dilakukan secara berkala. Pengujian juga melibatkan laboratorium independen yang telah terakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN).

“Hasil pengujian secara rutin kami laporkan kepada instansi teknis terkait, termasuk DLH Provinsi Sulawesi Tengah dan DLH Kota Palu,” katanya.

Menurut Amran, berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan secara berkala, parameter lingkungan yang dipantau berada dalam ambang batas baku mutu yang ditetapkan pemerintah.

Selain aspek operasional dan lingkungan, PT CPM juga menempatkan masyarakat di sekitar wilayah tambang sebagai bagian penting dari keberlanjutan perusahaan.

Amran menyebut program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) terus diarahkan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat melalui sejumlah sektor, antara lain pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur dan penguatan kemandirian ekonomi lokal.

“Masyarakat di kawasan lingkar tambang merupakan mitra strategis bagi keberlanjutan perusahaan. Karena itu, kami terus berupaya menghadirkan program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Amran menegaskan, PT CPM terbuka untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, DPRD dan pemangku kepentingan lainnya.

“PT CPM siap terus memperkuat koordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan untuk menciptakan iklim investasi yang sehat, berwawasan lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.(jir)

Pos terkait