MOROWALI, Brita.id– Wakil Bupati Morowali Iriane Iliyas, SE menghadiri kegiatan Merdeka Ekspor Durian Sulawesi Tengah yang digelar di Kantor Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Tengah, Kelurahan Lolu Selatan, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Rabu (12/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian semangat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mendukung pengembangan komoditas durian Sulawesi Tengah untuk menembus pasar ekspor Tiongkok pada 2026.
Langkah tersebut dinilai strategis untuk memperkuat posisi Sulawesi Tengah sebagai salah satu sentra produksi durian nasional sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas bagi petani dan pelaku usaha.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha dalam mendorong pengembangan komoditas durian hingga pasar global.
Menurut Anwar, pemerintah perlu memperkuat regulasi, pelayanan investasi, perizinan, serta penyediaan infrastruktur yang mendukung pengembangan sektor pertanian dan ekspor durian.
“Durian merupakan salah satu komoditas primadona bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Oleh karena itu dibutuhkan kolaborasi semua sektor guna menjadikan Sulawesi Tengah sebagai Raja Durian Dunia,” ujar Anwar.
Ia juga meminta pemerintah kabupaten dan kota mempercepat pembangunan packing house dan rumah durian. Selain itu, pembinaan terhadap petani perlu ditingkatkan agar mampu menjadi petani profesional dengan menjaga kualitas serta kontinuitas produksi.
Hal tersebut penting agar durian Sulawesi Tengah mampu memenuhi standar dan kebutuhan pasar global, khususnya pasar ekspor Tiongkok.
Anwar menilai pengembangan durian tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga perlu diarahkan pada hilirisasi untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Tujuan akhirnya adalah kesejahteraan masyarakat. Multiplier effect dari proses hilirisasi durian ini luar biasa,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan peluncuran Dashboard Potensi Komoditas Pertanian Provinsi Sulawesi Tengah sebagai bagian dari upaya memperkuat informasi dan pemetaan potensi komoditas pertanian di daerah.
Kegiatan turut dihadiri Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian Fausiah T. Ladja, Ketua TP-PKK Sulawesi Tengah Sry Nirwanti Bahasoan, kepala OPD lingkup Pemprov Sulteng, para bupati dan wali kota se-Sulawesi Tengah, perwakilan petani dari sejumlah kabupaten, penyuluh pertanian lapangan (PPL), Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP), pelaku usaha packing house, akademisi, serta pelaku UMKM.(pal)








