TOLITOLI,Brita.id– Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Tolitoli menggelar sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Aula Hotel Bumi Harapan, Jumat (5/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan perwakilan perbankan guna memberikan pemahaman terkait akses pembiayaan usaha kepada masyarakat.
Ketua Kadin Tolitoli, Faisal Lahadja, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Kadin dalam mendukung pengembangan UMKM sekaligus menjembatani pelaku usaha dengan lembaga perbankan.
“Kegiatan sosialisasi ini merupakan komitmen Kadin Tolitoli dalam mendukung pengembangan UMKM. Kami ingin menjembatani pelaku usaha dengan pihak perbankan agar program KUR dapat tersalurkan tepat sasaran sesuai harapan pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Faisal dalam sambutannya.
Menurutnya, UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang perlu mendapat dukungan, baik dari sisi permodalan maupun peningkatan kapasitas usaha.
Faisal menjelaskan, masih banyak pelaku usaha yang belum memahami prosedur, persyaratan, hingga peluang akses pembiayaan melalui program KUR. Karena itu, Kadin berupaya memberikan pendampingan agar para pelaku usaha memiliki peluang lebih besar mendapatkan modal usaha dari perbankan.
Ia juga menegaskan bahwa penyaluran KUR harus tetap mengacu pada ketentuan pemerintah dan tidak boleh menyimpang dari aturan yang berlaku.
“Jika ada pelaku usaha yang telah memenuhi seluruh persyaratan namun mengalami kesulitan atau dipersulit dalam proses pengajuan kredit, Kadin siap memfasilitasi dan membantu mencarikan solusi,” tegasnya.
Selain itu, Faisal mengungkapkan bahwa Kadin tengah menggodok usulan penghapusan catatan kredit macet bagi debitur yang telah melunasi kewajibannya. Usulan tersebut akan direkomendasikan kepada pemerintah pusat melalui kementerian terkait.
“Kami sedang memperjuangkan agar masyarakat yang pernah mengalami kredit macet tetapi sudah melunasi kewajibannya dapat kembali memperoleh kesempatan mengakses pembiayaan,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Tolitoli melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Tolitoli, Moh. Asrul Bantilan, menyampaikan bahwa UMKM memiliki peran strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Asrul, salah satu kendala utama yang masih dihadapi pelaku usaha adalah keterbatasan akses terhadap sumber pembiayaan. Oleh karena itu, Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu solusi penting yang memberikan kemudahan akses modal dengan dukungan pemerintah.
“KUR merupakan instrumen yang sangat membantu masyarakat dalam mengembangkan usaha melalui pembiayaan yang mudah, terjangkau, dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah,” kata Asrul.
Ia berharap para peserta dapat memahami secara menyeluruh persyaratan, mekanisme, dan prosedur pengajuan KUR sehingga mampu memanfaatkan fasilitas pembiayaan tersebut secara optimal.
“Dengan pemahaman yang baik, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan daya saing produk lokal Kabupaten Tolitoli,” ujarnya.
Kegiatan sosialisasi juga diisi dengan sesi tanya jawab dan konsultasi langsung antara peserta dan pihak perbankan. Sejumlah pelaku UMKM tampak antusias menanyakan prosedur pengajuan, persyaratan administrasi, hingga dokumen yang harus disiapkan.
Perwakilan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Mandiri, dan Bank Syariah Indonesia (BSI) turut hadir memberikan penjelasan teknis serta membuka kesempatan konsultasi awal bagi peserta yang berminat mengajukan KUR.
Para pelaku UMKM menyambut positif kegiatan tersebut. Mereka menilai sosialisasi sangat membantu meningkatkan pemahaman mengenai akses permodalan dan diharapkan dapat mendorong lebih banyak pelaku usaha memanfaatkan fasilitas KUR untuk mengembangkan bisnis mereka.
Dengan adanya sosialisasi ini, Kadin Tolitoli berharap semakin banyak UMKM yang mampu mengakses pembiayaan perbankan, meningkatkan skala usaha, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.(RM)








