MOROWALI,Brita.id– Generasi Z (Gen Z) mendominasi komposisi tenaga kerja di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Berdasarkan data terbaru per 24 Oktober 2026, sebanyak 61.169 pekerja atau 60,06 persen dari total 101.846 karyawan di kawasan industri tersebut merupakan kelompok usia muda.
Data yang dihimpun Departemen Human Resources (HR) PT IMIP menunjukkan, dominasi Gen Z menjadi gambaran besarnya keterlibatanr angkatan kerja muda dalam aktivitas industri pengolahan dan hilirisasi mineral berbasis nikel.
Sementara itu, pekerja dari kelompok generasi milenial berjumlah 38.750 orang atau 38,05 persen. Adapun pekerja berusia 46 tahun ke atas atau Gen X dan generasi sebelumnya tercatat sebanyak 1.927 orang atau sekitar 1,89 persen.
Media Department Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, mengatakan dominasi pekerja usia muda mencerminkan besarnya peran generasi produktif dalam berbagai kegiatan industri, mulai dari operasional produksi hingga fungsi pendukung.
Menurutnya, sektor industri tidak hanya membuka kesempatan memperoleh pekerjaan dan penghasilan, tetapi juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk memperoleh pengalaman profesional serta mengembangkan kompetensi.
“Jika dilihat dari jenjang pendidikan, lulusan SMA/SMK 64,77 persen atau 65.965 pekerja, Diploma 4,68 persen atau 4.766 pekerja, untuk lulusan S1 sebanyak 28,10 persen atau berjumlah 28.623 pekerja. Sementara di jenjang SD, SLTP dan Pascasarjana, ada 2,45 persen atau berjumlah 2.492 pekerja,” jelas Dedy, Kamis (5/11/2026).
Ia menambahkan, lingkungan industri memberikan kesempatan bagi pekerja muda untuk membangun kedisiplinan, meningkatkan kemampuan teknis, memahami standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta mengembangkan kemampuan bekerja dalam tim.
Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia. Perkembangan teknologi dan proses industri menuntut tenaga kerja memiliki kemampuan beradaptasi, kemauan belajar, serta pemahaman terhadap prosedur dan standar kerja.
Karena itu, pendidikan, pelatihan vokasi, dan pengalaman praktik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kompetensi calon tenaga kerja agar sesuai dengan kebutuhan industri.
Dedy juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga kerja lokal agar masyarakat di sekitar kawasan industri dapat mengambil bagian lebih besar dalam pertumbuhan ekonomi Morowali.
“Ke depan, tantangan yang perlu dijawab bukan hanya memperluas kesempatan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja muda memiliki kompetensi memadai, berada pada lingkungan kerja aman, dan mempunyai kesempatan berkembang secara profesional,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan IMIP dapat menjadi salah satu jalan bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas hidup sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan industri nasional.(ant/jir)








