BPJN Sulteng Gelontorkan Rp16,845 Miliar untuk Preservasi Jalan Nasional di Buol-Tolitoli

  • Whatsapp

BUOL, Brita.id– Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,845 miliar dari APBN Tahun 2026 untuk program preservasi jalan nasional di Kabupaten Buol.

Proyek ini difokuskan pada peningkatan kualitas ruas Kabupaten Buol dan Lakuan–Laulalang–Lingadan Kabupaten Tolitoli guna menjaga konektivitas dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Pekerjaan yang dilaksanakan oleh PT Surya Lima Perkasa tersebut mencakup penanganan sepanjang 126 kilometer ruas jalan nasional.

Program preservasi dilakukan melalui pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, rehabilitasi, hingga rekonstruksi pada titik-titik yang membutuhkan penanganan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 BPJN Sulawesi Tengah, Eko Prasetiyo Gali, mengatakan penanganan jalan dilakukan berdasarkan kondisi aktual di lapangan sehingga setiap lokasi memperoleh metode pekerjaan yang berbeda.

“Tidak semua titik ditangani dengan metode yang sama. Fokus kami adalah pada pemeliharaan efektif sepanjang 4,8 kilometer dan rekonstruksi 0,2 kilometer untuk titik-titik yang memerlukan perbaikan mendesak,” ujar Eko, pekan lalu.

Menurutnya, anggaran tersebut digunakan untuk membiayai delapan jenis pekerjaan, meliputi rekonstruksi dan rehabilitasi jalan, pemeliharaan rutin dan berkala, rehabilitasi jembatan, serta penanganan sistem drainase guna mencegah kerusakan akibat genangan air.

Salah satu pekerjaan yang telah rampung adalah pengaspalan hotmix pada jalur dua arah Kota Buol di STA 45+100. Ruas tersebut diprioritaskan karena menjadi salah satu titik dengan volume lalu lintas yang cukup tinggi.

BPJN Sulawesi Tengah menargetkan program preservasi ini mampu mempertahankan kondisi jalan nasional agar tetap mantap, sekaligus mencegah kerusakan yang lebih berat sehingga biaya penanganan di masa mendatang dapat ditekan.

Dengan meningkatnya kualitas jalan, diharapkan mobilitas masyarakat semakin lancar, waktu tempuh perjalanan menjadi lebih singkat, biaya distribusi logistik lebih efisien, serta risiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan.

Ruas Buol–Lakuan–Laulalang–Lingadan merupakan jalur strategis yang menopang distribusi barang dan jasa di wilayah utara Sulawesi Tengah. Karena itu, keberlanjutan program preservasi dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Pemerintah berharap sinergi antara pelaksanaan teknis di lapangan dan pengawasan yang optimal dapat menghasilkan infrastruktur jalan yang andal dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Kabupaten Buol.(RM)

Pos terkait