Nasihat Ustaz Abdul Somad untuk Penunda Shalat

  • Whatsapp
foto: (suaraislam.co)

Brita.id- Betapa istimewa kedudukan shalat. Ibadah tersebut menempati urutan kedua dalam Rukun Islam, yakni setelah pernyataan syahadat “Tiada zat yang berhak disembah selain Allah; Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Rasulullah SAW telah mengingatkan, “Jagalah shalat lima waktumu, karena pada Hari Kiamat, Allah akan memanggil para hamba-Nya, dan pertanyaan pertama yang akan Dia ajukan kepadanya adalah shalat. Jika (shalat) dilakukan secara sempurna, maka (dia akan masuk surga) dan jika tidak, maka dia akan dilempar ke neraka.”

Namun, sering kali aktivitas sehari-hari melalaikan seorang Muslim dari mengerjakan shalat secara baik.

Misalnya, seorang pegawai lebih mementingkan selesainya suatu pekerjaan daripada menegakkan shalat di awal waktu. Bahkan, tidak hanya menjadi penunda shalat. Ibadah wajib itu mungkin ditinggalkannya sama sekali dengan alasan-alasan yang tidak dibenarkan hukum syariat.

Menurut Ustaz Abdul Somad, orang-orang yang melalaikan shalat sungguh merugi. Sebab, hidup tidak hanya di dunia, tetapi juga kelak di akhirat.

Malahan, kehidupan yang belakangan itu jauh lebih pantas dipikirkan. Seseorang mesti mempersiapkan bekal sebaik-baiknya untuk menghadapinya. Amalan shalat merupakan bekal yang wajib dibawa setiap orang yang beriman.

“Jangan kau lupakan akhirat,” kata Ustaz Abdul Somad (UAS) saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (19/2).

Apa pun peran yang dijalani di dunia, lanjut dia, setiap orang hendaknya tidak melupakan hakikat diri manusia sebagai hamba Allah.

Kemudian, setiap manusia diberi jatah usia selama hidup di dunia. Berbeda dengan hal lainnya, waktu tidak bisa diganti. Waktu yang terlewat, tidak mungkin datang kembali.

Karena itu, bila terdengar panggilan azan, segeralah beranjak dari pekerjaan apa pun, dan mantapkan hati untuk menegakkan shalat. Dalam sebuah hadits sanad hasan, Nabi SAW bersabda, “Shalat adalah tiang agama.” Selain itu, beliau SAW juga mengungkapkan, “Pembeda antara seorang laki-laki dengan syirik dan kufur adalah meninggalkan shalat” (HR Muslim).

“Betapa pentingnya shalat. Jangan sampai kita meninggalkannya hanya untuk mementingkan dunia,” ujar mubaligh kelahiran Silo Lama, Asahan, Sumatra Utara, itu.

Untuk menjadikan nasihat, alumnus Universitas al-Azhar (Mesir) itu menyampaikan sebuah sajak.

“Kau tunda shalat karena kerja, kelak kau akan mati. Kerjamu akan dikerjakan orang lain. Kau tunda shalat karena istri. Kelak kau mati, istrimu digarap brownis (pria lain –Red). Kau tunda shalat karena atasan. Kelak kau mati, penggantimu sudah siap. Kau mati itu membawa amalan shalat. Bila shalat tak ada, maka kau hampa,” tutur peraih anugerah Tokoh Perubahan Republika 2017 itu.(republika)

 

Related posts