Bulog Tolitoli Tegaskan Tidak Ada Beras Rusak, Penjualan SPHP Capai 80 Persen

  • Whatsapp

TOLITOLI, Brita.id– Perum Bulog Cabang Tolitoli angkat bicara terkait isu adanya beras rusak di gudang penyimpanan. Bulog menegaskan tidak ada beras yang rusak, melainkan hanya terjadi perubahan mutu selama proses penyimpanan.

Kepala Perum Bulog Cabang Tolitoli, Ariyo, mengatakan perubahan mutu merupakan hal yang lumrah karena beras merupakan komoditas pangan yang disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

“Kami tegaskan, tidak ada beras di Bulog yang rusak. Hanya ada perubahan mutu dan itu lumrah karena beras yang kami simpan merupakan Cadangan Beras Pemerintah. Beras itu adalah benda hidup yang bisa mengalami perubahan,” ujar Ariyo, Senin (25/8/2026).

Menurut Ariyo, seluruh komoditas yang disimpan di gudang Bulog telah dikelola berdasarkan standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

“Standar SOP Bulog sudah sangat lengkap, termasuk bagaimana menyimpan dan merawat komoditas yang kami simpan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemantauan mutu beras dilakukan secara berjenjang, mulai dari gudang Bulog di tingkat cabang hingga kantor pusat.

“Mutu beras kami laporkan secara berjenjang dari gudang cabang sampai ke pusat,” tambah Ariyo.

Ariyo memastikan setiap beras yang akan disalurkan kepada masyarakat terlebih dahulu melalui proses pengecekan untuk memastikan kondisinya tetap layak.

“Sebelum disalurkan, harus melalui pengecekan. Kalau ada komoditas yang dianggap mengalami perubahan mutu, segera dilakukan pengolahan sehingga beras yang disalurkan kembali dalam kondisi baik,” katanya.

Pengolahan tersebut, lanjut Ariyo, dapat dilakukan melalui proses penggilingan kembali dengan melibatkan penggilingan milik masyarakat setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga kualitas beras sebelum disalurkan kepada masyarakat.

Di sisi lain, Bulog Tolitoli menyebut antusiasme masyarakat terhadap beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) cukup tinggi.

Ariyo mengatakan tingginya permintaan masyarakat terlihat dari realisasi penjualan beras SPHP Bulog Tolitoli yang telah mencapai sekitar 80 persen dari target.

“Antusiasme masyarakat Tolitoli terhadap beras Bulog sangat tinggi. Itu terlihat dari target penjualan beras SPHP Bulog Tolitoli yang sudah mencapai 80 persen,” ujarnya.

Sebagai perpanjangan tangan pemerintah dalam menjaga stabilisasi pangan, Bulog Tolitoli mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami sebagai perpanjangan tangan pemerintah dan ujung tombak stabilisasi ketahanan pangan, khususnya beras, berharap masyarakat tidak panik dengan isu-isu di luar,” tegas Ariyo.

Bulog Tolitoli berkomitmen menjaga ketersediaan dan mutu beras Cadangan Beras Pemerintah (CBP) guna mendukung stabilitas harga serta ketahanan pangan di Kabupaten Tolitoli.(RM)

Pos terkait