Hujan Es di Sulteng Undang Perhatian Berbagai Pihak

  • Whatsapp

SIGI,Brita.id- Sebagian warga Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, memanfaatkan fenomena hujan es yang terjadi di wilayahnya, Sabtu (7/9/2029) sekitar pukul 15.00 Wita untuk bermain dan berfoto.

Meskipun hujan es di wilayah Sulawesi Tengah termasuk kejadian yang sangat langka, namun ternyata hal itu tidak memberikan rasa takut ke sebagian warga. 

Menyadari hujan es sejumlah warga, khususnya kalangan anak, langsung keluar rumah untuk mengumpulkan butiran es yang turun bersamaan dengan hujan.

Bahkan beberapa warga terlihat mengabadikan momen itu dengan berfoto di halam rumah.

Beberapa foto yang mereka hasilkan diunggah ke berbagai akun media sosial untuk memperoleh tanggapan dari warga net.

Kejadian yang berlangsung sekitar 15 menit ini tentunya menarik perhatian sejumlah pihak, termasuk aparat kepolisian.

“Mendengar ada hujan es, saya dan anggota langsung mendatangi tempat kejadian,” ungkap Kapolsek Palolo, Iptu J Sagala, Sabtu.

Dirinya mendatangi lokasi bersama anggota Satreskrim di Desa Tanah Harapan dan bertemu langsung dengan Fitje Toding, warga yang kemudian membenarkan terjadi hujan es.

Setelah melakukan penelusuran di empat desa yakni Desa Tanah Harapan, Desa Rejeki, Desa Sarumana dan Petimbe dipastikan tidak ada kerusakan maupun korban jiwa yang timbul akibat kejadian ini.

Sementara Unit Analisa dan Pengolahan Data Stasiun Meteorologi Kelas II Mutiara Sis-Al Jufri Palu menjelaskan, berdasarkan citra satelit sejak pukul 13.30 – 14.00 WITA terlihat bahwa adanya pembentukkan awan konvektif pada wilayah Desa Berdikari, Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi.

Citra satelit memperlihatkan bahwa suhu di Atmosfer yang diduga awan Konvektif yaitu sebesar -41°C s/d 48°C.

Proses pembentukkan awan Konvektif ini terjadi mulai pada lapisan permukaan sampai pada ketinggian 10.519 Meter yang terbaca pada pengamatan Radiosonde pada Stasiun

Meteorologi Kelas II Mutiara Sis- Al Jufri Palu tanggal 7 September 2019 Pukul 08.00 WITA.

Pembentukan awan pada wilayah tersebut diduga melewati tahap Deposisi yang sangat dingin yaitu proses perubahan fasa air menjadi fasa es melewati temperatur suhu

hingga -40°C sehingga butiran air yang seharusnya turun sebagai hujan berubah menjadi butiran es.

Proses pembentukan butiran es ini didukung juga oleh kecepatan angin yang tidak terlalu kencang hingga lapisan 5.806 Meter berkisar 3-10 Knot.

Kecepatan angin yang tidak terlalu kencang semakin mempermudah butiran air berubah menjadi butiran es

dikarenakan oleh waktu tempuh butiran air menuju ke permukaaan tanah semakin lama, sehingga butiran air tersebut mengalami proses pembekuan di dalam awan hingga menurunkan butiran es.

Warga net Sulteng menanggapi hal ini dalam berbagai sudut pandang, ada yang mengatakan hal itu wajar dikarenakan sebagian wilayah Sigi berada di ketinggian, namun adapula yang beranggapan hal itu adalah peringatan Tuhan bagi warga.(ari/jir)

Related posts