MOROWALI,Brita.id– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) bersama Eternal Tsingshan Indonesia terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program pendidikan dan pelatihan internasional di Tiongkok.
Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi karyawan agar mampu bersaing di industri global yang semakin kompleks dan terintegrasi.
Sejumlah karyawan perusahaan yang beroperasi di kawasan IMIP mendapat kesempatan mengikuti pendidikan formal hingga pelatihan bahasa Mandarin dan budaya kerja industri di Tiongkok.

Program tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam mencetak tenaga kerja lokal yang memiliki kemampuan teknis, manajerial, dan komunikasi lintas budaya.
Salah satu peserta program adalah Dhimas Mahardhika (29), Wakil Supervisor Departemen Ferronickel PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (WNII).
Alumni Teknik Material dan Metalurgi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu mendapat kesempatan menempuh pendidikan Magister Manajemen Applied Economics di Wenzhou University, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.
Dhimas mengikuti program tersebut sejak September 2024 hingga Januari 2026 untuk fase pembelajaran langsung di Tiongkok, sebelum melanjutkan penyusunan tesis dan kuliah daring hingga 2027.
Menurut Dhimas, pengalaman belajar di Tiongkok memberinya wawasan baru, terutama dalam pengelolaan tim multikultural yang sangat relevan dengan kondisi kerja di kawasan industri IMIP.
“Salah satu pembelajaran paling berkesan adalah cross-culture management. Kami diminta membentuk perusahaan simulasi bersama mahasiswa dari berbagai negara untuk menyelesaikan persoalan bisnis secara kolaboratif,” ujar Dhimas.
Ia juga menilai budaya kerja di Tiongkok sangat disiplin dan terstruktur, mulai dari perencanaan, target kerja hingga komitmen terhadap waktu.
Pengalaman tersebut kini diterapkannya dalam pekerjaan sehari-hari, terutama untuk memperkuat koordinasi tim dan membangun pemahaman terhadap perbedaan budaya kerja.
Sekembalinya ke Morowali, Dhimas mendapat sejumlah tanggung jawab baru, mulai dari mengelola koordinasi tim di Divisi Rotary Kiln, mengikuti program pembinaan asisten manajer, hingga menjadi penanggung jawab Program SCORE di Departemen Ferronickel.
Selain pendidikan formal, IMIP juga memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pelatihan bahasa Mandarin di Tiongkok. Salah satunya adalah Wahyu, karyawan PT WNII yang kini berperan membantu komunikasi antara tenaga kerja Indonesia dan Tiongkok.
Setelah menyelesaikan pelatihan, Wahyu dipercaya menerjemahkan dokumen dan percakapan dalam rapat serta mendukung koordinasi operasional perusahaan.
“Peran ini membuat saya lebih sering terlibat dalam koordinasi operasional dan memperoleh kepercayaan lebih besar dari manajemen,” kata Wahyu.
Program pengembangan kompetensi tersebut dikelola Eternal Tsingshan Indonesia melalui Departemen Human Resources Development (HRD).
Seleksi peserta dilakukan berdasarkan kebutuhan perusahaan, kemampuan bahasa Mandarin, rekomendasi atasan, serta hasil evaluasi kompetensi.
Assistant Supervisor HRD Eternal Tsingshan Indonesia, Brillian Faisal, mengatakan program ini dirancang untuk mempersiapkan SDM lokal agar mampu mengisi posisi strategis dan manajerial di masa depan.
“Program ini mendukung pengembangan SDM lokal untuk menempati posisi-posisi strategis dan manajerial di masa depan,” ujarnya.
Menurut Brillian, manfaat program tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa asing, tetapi juga memperkuat komunikasi profesional, koordinasi lintas budaya, dan penguasaan kompetensi teknis.
Banyak lulusan program yang kini dipercaya menjadi interpreter, koordinator komunikasi, hingga memegang tanggung jawab lebih besar dalam organisasi.
Melalui kombinasi pelatihan di kawasan IMIP dan pembelajaran langsung di Tiongkok, perusahaan berharap dapat menciptakan talenta-talenta Indonesia yang siap menghadapi tantangan industri global sekaligus mendukung perkembangan industri hilirisasi nasional.(ant/jir)








