MOROWALI, Brita.id– Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Morowali resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Kabupaten Morowali Utara. Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Morowali Utara, H. Djira K., S.Pd., M.Pd., bersama unsur Forkopimda di Ruang Pola Kantor Bupati Morowali Utara.
Kepala BPS Kabupaten Morowali, Gladius Alfonsus, SST, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kabupaten Morowali Utara dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang dilaksanakan setiap 10 tahun berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik.
Tahun 2026 menjadi penyelenggaraan sensus ekonomi yang kelima sejak pertama kali digelar pada 1985.
“Kegiatan Sensus Ekonomi 2026 telah dimulai sejak 1 Juni 2026 untuk pendataan usaha besar dan sejak 15 Juni dilakukan pendataan door to door yang akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026,” ujar Gladius.
Di Kabupaten Morowali Utara, BPS melibatkan 147 petugas lapangan yang direkrut dari masyarakat setempat. Target pendataan meliputi 42.573 UMKM dan rumah tangga usaha, serta 176 usaha besar.
Sementara itu, Wakil Bupati Morowali Utara H. Djira K. menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi daerah yang semakin pesat harus didukung dengan data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan.
Menurutnya, Morowali Utara saat ini mengalami perkembangan pesat di sektor industri dan pertambangan, yang berjalan berdampingan dengan sektor pertanian, perkebunan, perikanan, serta UMKM sebagai penopang ekonomi masyarakat.
“Gerak cepat pembangunan tidak akan memiliki arah yang tepat tanpa data yang akurat. Di sinilah Sensus Ekonomi memegang peran yang sangat vital,” katanya.
Djira menjelaskan, berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Sensus Ekonomi 2026 mencakup seluruh aktivitas ekonomi, termasuk sektor pertanian. Data yang diperoleh nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan, perencanaan, hingga evaluasi pembangunan daerah.
Ia juga menyoroti metode pendataan tahun ini yang dilakukan dari rumah ke rumah untuk menjangkau pelaku usaha berbasis digital yang menjalankan usahanya dari rumah.
“Banyak pelaku UMKM, anak muda hingga ibu rumah tangga yang kini menjalankan usaha secara online. Pendataan ini bukan untuk mencari objek pajak, melainkan memotret transformasi ekonomi digital yang sedang berkembang,” tegasnya.
Wakil Bupati turut menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), camat, kepala desa, dan lurah agar memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus, termasuk membantu sosialisasi kepada masyarakat agar menerima petugas BPS dengan baik.
Ia juga mengingatkan para petugas lapangan untuk bekerja secara profesional, jujur, dan menjaga integritas selama proses pendataan.
“Jangan menduga-duga data. Catat apa adanya yang ditemukan di lapangan. Kedepankan sikap santun, ramah, dan humanis karena Saudara adalah wajah profesionalisme pemerintah,” pesannya.
Di akhir kegiatan dilakukan penandatanganan Piagam Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 oleh Wakil Bupati, Forkopimda, Kepala BPS Kabupaten Morowali, perwakilan OPD, instansi vertikal, tokoh masyarakat, serta PT GNI sebagai perwakilan dunia usaha.
Acara kemudian dilanjutkan dengan akses perdana dashboard monitoring pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 oleh Wakil Bupati dan ditutup dengan pemasangan atribut pendataan kepada tiga perwakilan petugas lapangan sebagai tanda dimulainya pelaksanaan sensus di Kabupaten Morowali Utara.(pal)








