Puluhan Tim dari Kampus Ternama Ramaikan LKTI IMIP 2026 di Morowali

  • Whatsapp

MOROWALI,Brita.id– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)melalui program Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional bagi mahasiswa D3 hingga S1 dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Head of Department Environment PT IMIP, Yundi Sobur, mengatakan lomba tersebut menjadi wadah bagi sivitas akademika untuk menyampaikan gagasan dan inovasi terkait isu lingkungan di kawasan industri.

“Melalui LKTI ini kita bisa banyak menghimpun ide-ide segar dari peserta terhadap isu-isu masalah lingkungan,” ujar Yundi di Morowali, Rabu (20/5/2026).

Ia menjelaskan, tema karya ilmiah yang dilombakan mencakup strategi penurunan emisi pada industri smelter nikel, pengelolaan dan pemilahan sampah, pemanfaatan limbah industri seperti slag nikel, fly ash, dan bottom ash, hingga inovasi pengolahan limbah lemak atau grease trap menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Antusiasme peserta disebut cukup tinggi. Hingga 19 Mei 2026, tercatat lebih dari 85 tim dari 39 universitas di seluruh Indonesia telah mendaftar, dengan lebih dari 24 karya tulis yang sudah dikirimkan kepada panitia.

Karena tingginya minat peserta, panitia memperpanjang masa pendaftaran hingga 27 Mei 2026.

Sejumlah perguruan tinggi ternama turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut, di antaranya Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Hasanuddin, Universitas Brawijaya, dan Universitas Andalas.

Penanggung jawab LKTI IMIP 2026, Moh Dahry Kisman, mengatakan terdapat perubahan sistem seleksi dibanding tahun sebelumnya. Jika sebelumnya hanya memilih tiga besar, tahun ini panitia menetapkan lima finalis terbaik.

Kelima tim finalis nantinya akan diundang langsung ke kawasan IMIP di Morowali untuk mempresentasikan karya ilmiah mereka di hadapan dewan juri.

“Seluruh biaya ditanggung panitia, mencakup tiket pesawat pulang-pergi, akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal,” jelas Dahry.

Ia menambahkan, setiap tim terdiri dari tiga mahasiswa dan satu dosen pembimbing, sehingga total sebanyak 20 orang akan hadir dalam tahapan final. Selain itu, seluruh finalis dan dosen pembimbing juga akan memperoleh sertifikat penghargaan dari panitia.(ant/jir)

Pos terkait