PALU,Brita.id– Bank Indonesia Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) menyiapkan dana sebesar Rp2,86 triliun untuk menjamin ketersediaan uang tunai selama Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026. Nilai tersebut meningkat 39 persen dibandingkan realisasi Ramadan 2025.
Kepala Perwakilan BI Sulteng, Muhammad Irfan Sukarna, menegaskan pihaknya memastikan ketersediaan uang rupiah yang cukup, dengan pecahan sesuai, tepat waktu dan layak edar bagi masyarakat.
“Tahun ini kami menyiapkan uang rupiah sebesar Rp2,86 triliun atau meningkat 39 persen dibandingkan Ramadan 2025,” ujar Irfan saat kick off Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) serta Gebyar Ramadan Sulteng di Masjid Raya Baitul Khairaat, Kota Palu, Rabu (18/2/2026).
Kebutuhan Nasional Capai Rp186 Triliun
Secara nasional, kebutuhan uang tunai selama Ramadan dan Idul Fitri 2026 diproyeksikan mencapai Rp186 triliun, tumbuh 15,1 persen dibandingkan periode sebelumnya.
Peningkatan kebutuhan uang tunai dipicu oleh pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi ASN, TNI/Polri dan pegawai swasta, tradisi berbagi masyarakat, pencairan bantuan sosial, serta meningkatnya aktivitas ekonomi dan potensi penambahan masa libur.
Untuk memastikan layanan berjalan optimal, BI Sulteng menempuh sejumlah langkah strategis, di antaranya menyelenggarakan 11 kali layanan kas keliling di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong. Menghadirkan layanan peduli mudik di Pelabuhan Donggala. Membuka 26 titik layanan penukaran uang di Palu, Tolitoli, Poso, Bungku, Luwuk hingga Pasangkayu.
Layanan tersebut melibatkan 22 bank dengan total 52 frekuensi layanan, meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
BI Sulteng juga mengoptimalkan penggunaan aplikasi PINTAR guna memastikan proses penukaran uang berjalan tertib, merata dan transparan.
Seluruh layanan penukaran uang dalam rangka SERAMBI 2026 berlangsung mulai 18 Februari hingga 13 Maret 2026, dengan target menjangkau lebih dari 16 ribu penukar, atau dua kali lipat dibandingkan Ramadan 2025.
Gebyar Ramadan Dorong Ekonomi Syariah
Selain menjaga stabilitas sistem pembayaran, BI Sulteng juga menggelar Gebyar Ramadan 1447 H pada 28 Februari hingga 8 Maret 2026, dengan rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 13 Februari 2026.
Gebyar Ramadan mengintegrasikan tiga pilar utama pengembangan ekonomi syariah, yakni:
Pemberdayaan ekonomi syariah melalui Halal Value Chain dengan membuka akses pasar bagi UMKM binaan dari Palu, Sigi dan Donggala.
Penguatan keuangan syariah melalui perluasan pembiayaan syariah bagi UMKM serta akselerasi digitalisasi ZISWAF.
Peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah, termasuk penguatan halal lifestyle melalui kompetisi kreatif, dakwah, konten, adzan dan Sharia Youth Competition (SYC).
Rangkaian kegiatan juga mencakup Tablig Akbar, Seminar Perluasan ZISWAF, serta Sosialisasi Ekonomi Syariah guna membangun ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan berdaya saing di Sulteng.
Irfan berharap kegiatan tersebut dapat menjaga stabilitas sistem pembayaran sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjaga stabilitas sistem pembayaran dan pertumbuhan ekonomi daerah yang penuh berkah,” ujarnya.
Pemprov Sulteng Apresiasi SERAMBI 2026
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdaprov Sulteng, Rudi Dewanto, mengapresiasi langkah BI Sulteng dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa dan Lebaran.
Menurutnya, SERAMBI dan Gebyar Ramadan Sulteng merupakan wujud sinergi antara BI, perbankan dan Pemerintah Daerah dalam memastikan ketersediaan uang rupiah layak edar.
“Setiap momen Ramadan dan Idul Fitri, kebutuhan uang tunai meningkat seiring tingginya aktivitas ekonomi, sosial maupun keagamaan. Kehadiran SERAMBI menjadi sangat strategis, tidak hanya menjamin kelancaran transaksi ekonomi tetapi juga menjaga kepercayaan masyarakat terhadap rupiah,” tegas Rudi.(**)








