Halal Bihalal Budaya Islam yang Menjadi Karakteristik Suku Kaili

  • Whatsapp
Ustad Zainal Abidin.(foto:ron)

PALU, Brita.id- Pasca Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriah/ Tahun 2019, Pemerintah Kota Palu menyelenggarakan halal bihalal di seluruh kecamatan yang ada di wilayah kerjanya. 

Kegiatan ini dimulakan di Kecamatan Tawaeli, pada Kamis, (20/6/2019). Meskipun berlangsung sederhana namun kegiatan yang menghadirkan Ustad Zainal Abidin, mendapat antusias yang tinggi dari para undangan dan warga sekitar yang menghadiri kegiatan ini.

Walikota Palu, Hidayat mengatakan, halal bihalal baginya hampir menjadi keharusan, dimana sejak dahulu halal bihalal menjadi budaya yang melekat kuat pada warga Kota Palu, khususnya Suku Kaili.

“Halal bihalal tradisi umat muslim yang melekat kuat dan menjadi karakteristik masyarakat Kaili, khususnya usai laksanakan lebaran,” tutur Hidayat.

Dirinya mengatakan, sangat banyak manfaat yang dapat diperoleh dari halal bihalal, diantaranya sebagai sarana bersilaturahmi, dimanan sesuai ajaran Islam, silaturahmi merupakan ibadah yang sangat mulia, mudah dan membawa berkah.

Suasana halal bihalal di Kecamatan Tawaeli, Kamis, (20/6/2019).(foto:ron)

Dimana kaum muslimin hendaknya tidak melalaikan dan melupakannya. Karena itu merupakan ibadah yang paling indah berhubungan dengan manusia, sehingga perlu meluangkan waktu untuk melaksanakan amal shalih ini. Silaturahim termasuk akhlak yang mulia.

Dirinya menambahkan, kegiatan tersebut juga menjadi salah satu modal utama dalam membangun nilai-nilai budaya kekeluargaan, kegotong-royongan dan toleransi.

“Sesuai dengan tema pembangunan Pemerintah Kota Palu “Palu Kota Jasa Berbudaya dan Beradat, dilandasi iman dan taqwa.” tutur Hidayat.

Rencananya kegiatan serupakan akan dilaksanakan hingga 27 Juni 2019 mendatang. Halal bihalal antar umat beragama, ormas dan OKP tingkat Kecamatan Tawaeli ini mengusung tema“Kita Wujudkan Nilai-nilai Toleransi Kekeluargaan Gotong Royong dalam Bingkai Kebhinekaan Menuju Palu Kota Destinasi.”(ron)

 

Related posts