Kunjungi BTIIG, Kepala DP3AP2KB Morowali, Nursia Tegaskan Perlindungan Pekerja Perempuan Adalah Masalah Serius

  • Whatsapp

MOROWALI, Brita.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Morowali melakukan kunjungan monitoring dan sosialisasi terkait perlindungan pekerja perempuan di kawasan PT. Baoshuo Taman Industri Investment Group (BTIIG), Desa Topogaro, Kecamatan Bungku Barat, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan pemenuhan hak dasar pekerja perempuan di lingkungan perusahaan, seperti hak cuti haid, cuti melahirkan, fasilitas menyusui, hingga jaminan jenjang karir yang nondiskriminatif.

Kepala DP3AP2KB Morowali, Nursia, menegaskan bahwa perusahaan wajib memberikan perlindungan terhadap pekerja perempuan dari potensi pelecehan maupun kekerasan di tempat kerja.

Selain itu, perusahaan juga diminta memperhatikan aspek keselamatan dan kesehatan kerja serta menciptakan lingkungan kerja yang ramah perempuan.

“Kami berharap perusahaan dapat terus memperkuat kebijakan internal terkait perlindungan pekerja perempuan, termasuk mekanisme pengaduan yang aman dan pendampingan korban apabila terjadi permasalahan di lingkungan kerja,” ujar Nursia.

Ia menegaskan, sosialisasi perlindungan pekerja perempuan bukan sekadar kegiatan formalitas, melainkan langkah serius dalam upaya pencegahan dan perlindungan di lingkungan kerja.

“Perlindungan pekerja perempuan di kawasan perusahaan ini adalah urusan serius, bukan hanya seremonial belaka. Kita bukan berbicara soal kasus yang sudah terjadi atau soal siapa benar siapa salah, tetapi ini soal pencegahan dan perlindungan yang akan dilakukan ke depan. Bagaimana pihak perusahaan menjamin keamanan pekerja perempuan di tempat kerja,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, DP3AP2KB Morowali juga menyosialisasikan program perlindungan anak, seperti program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) dan Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI).

Sementara itu, Satgas Perlindungan dan Pencegahan Kekerasan Seksual (PPKS) PT. BTIIG, Zulfahmi, menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan DP3AP2KB Morowali.

Menurutnya, pihak perusahaan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam memperkuat perlindungan pekerja perempuan di kawasan industri.

Ia menjelaskan, pekerja perempuan di PT. BTIIG saat ini ditempatkan pada bidang kerja dengan tingkat risiko rendah, seperti admin, security, perawat dan wakil formen.

“Kami akan berkomunikasi lebih lanjut dengan pihak Dinas dalam kolaborasi perlindungan pekerja perempuan di kawasan perusahaan. Kami akan melakukan pembenahan secara bertahap untuk kebaikan di kemudian hari,” pungkasnya.(pal)

Pos terkait