Dinkes Morowali Siapkan Strategi Tekan Rujukan Pasien Tidak Tepat, Optimalkan Ruang Rawat Kelas III

  • Whatsapp

MOROWALI, Brita.id– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Morowali menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menekan angka rujukan pasien yang tidak sesuai prosedur sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan ruang rawat inap kelas III di fasilitas kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Morowali, Nirmawati, S.KM., M.PH., saat forum kunjungan kerja Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., bersama insan kesehatan se-Kabupaten Morowali di Aula Kantor Bupati Morowali, Kamis (16/7/2026).

Nirmawati menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Morowali memiliki program unggulan “Jemput Sakit, Pulang Sehat” sebagai upaya memperluas akses sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Ia mengatakan, sebagian besar peserta jaminan kesehatan masih memanfaatkan layanan rawat inap kelas III. Namun, kapasitas ruang kelas III di sejumlah fasilitas kesehatan di Morowali masih terbatas sehingga diperlukan optimalisasi ruangan yang telah tersedia.

“Ruangan yang sudah ada perlu diefektifkan. Bisa dengan penataan ulang atau mengalihfungsikan ruang rawat yang tingkat pemanfaatannya rendah menjadi ruang kelas III agar kebutuhan pelayanan masyarakat dapat terpenuhi,” kata Nirmawati.

Selain keterbatasan ruang rawat inap, Dinkes Morowali juga menyoroti tingginya angka rujukan pasien yang dinilai belum sesuai indikasi medis.

Menurut Nirmawati, masih terdapat fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang merujuk pasien karena keterbatasan tempat tidur dan tingginya beban pelayanan, bukan semata-mata berdasarkan kebutuhan medis.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Kesehatan Morowali akan menggelar pertemuan bersama seluruh kepala puskesmas dan rumah sakit pada pekan depan. Pertemuan itu bertujuan menyusun langkah strategis guna mengurangi rujukan yang tidak tepat serta meningkatkan efektivitas pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan.

Di sisi lain, Nirmawati mengungkapkan bahwa Morowali telah memiliki sumber daya manusia yang siap mendukung pelayanan jantung intervensi.

Kesiapan tenaga medis tersebut diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan peralatan kesehatan yang akan diterima dari Kementerian Kesehatan.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kabupaten Morowali berharap kualitas pelayanan kesehatan terus meningkat, termasuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis yang cepat, tepat, dan berkualitas.(pal)

Pos terkait