Bulog Tegaskan Siap Serap Beras Petani Lokal Tolitoli

  • Whatsapp

TOLITOLI,Brita.id– Perum Bulog Tolitoli menegaskan komitmennya untuk menyerap hasil panen petani lokal dalam Rapat Kerja bersama DPRD Tolitoli, Senin (20/4/2026).

Bulog membuka peluang seluas-luasnya bagi petani, kelompok tani, hingga mitra penggilingan padi untuk menjual beras mereka guna menjaga stabilitas harga di tingkat petani.

Kepala Bulog Tolitoli, Zahnaz Abdeli, mengatakan pihaknya tidak pernah menutup akses pembelian hasil panen masyarakat.

“Kami akan berupaya semaksimal mungkin menyerap sebanyak-banyaknya hasil panen petani,” ujarnya di hadapan pimpinan dan anggota DPRD.

Terkait beredarnya isu masuknya beras dari Makassar, Zahnaz menegaskan bahwa hal tersebut bukan pembelian dari luar daerah, melainkan mutasi barang regional (mubreg).

Menurutnya, Bulog Tolitoli masuk kategori daerah defisit sehingga mendapat distribusi stok dari wilayah surplus.

“Beras dari Makassar itu pengadaan tahun 2025 yang dimutasi ke Tolitoli untuk menjaga ketersediaan stok dan ketahanan pangan. Ini bukan pembelian baru dari luar daerah,” jelasnya.

Ia juga menyebut informasi yang beredar di masyarakat terkait pembelian beras dari luar daerah sebagai hoaks yang perlu diluruskan.

Meski ada tambahan stok dari luar, Bulog memastikan penyerapan beras petani lokal tetap berjalan. Dengan kapasitas gudang mencapai 8.500 ton dan stok saat ini sekitar 3.500 ton, masih tersedia ruang cukup untuk menampung hasil produksi petani.

Pada 2026, Bulog Tolitoli ditargetkan menyerap 750 ton beras. Hingga April, realisasi penyerapan telah mencapai 327 ton atau sekitar 43 persen dari target.

Bulog menegaskan akan terus membeli beras petani selama memenuhi standar kualitas dan sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP).

Selain itu, peluang kerja sama juga dibuka bagi perorangan maupun perusahaan yang memenuhi ketentuan.

Sementara itu, pimpinan DPRD Tolitoli, Risman, dalam kesimpulan rapat kerja menyampaikan bahwa distribusi beras dari Makassar merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk menjaga stok pangan, bukan untuk mengabaikan petani lokal.

Rapat kerja yang berlangsung di aula sidang DPRD tersebut turut dihadiri sejumlah instansi teknis, di antaranya Asisten II Setdakab, Dinas Pertanian, serta Dinas Ketahanan Pangan.(RM)

Pos terkait