MOROWALI,Brita.id- PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengembangkan program bank benih di area nursery sebagai bagian dari upaya menjaga keanekaragaman hayati lokal di kawasan industri.
Program yang mulai berjalan sejak awal 2026 itu dilakukan dengan mengumpulkan benih dari berbagai jenis tanaman yang tumbuh di area perusahaan, termasuk tanaman lokal dan endemik.
Benih kemudian diproses, dikeringkan, dikemas, dan disimpan sebagai cadangan untuk kebutuhan perbanyakan tanaman.
Nursery Staff Environmental Department PT IMIP, Rian Hakim, mengatakan, bank benih tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan benih secara mandiri sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar.
“Melalui program ini diharapkan kebutuhan benih dapat dipenuhi secara mandiri sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber dari luar. Ini juga bentuk upaya PT IMIP dalam menjaga konservasi keanekaragaman hayati lokal,” ujar Rian, Sabtu (18/8/2026).
Menurut Rian, program bank benih menjadi bagian dari pengelolaan nursery yang tidak hanya berorientasi pada produksi bibit, tetapi juga pada upaya memprtahankan sumber daya hayati yang terdapat di kawasan industri.
Dalam setahun, nursery IMIP mampu melakukan pembenihan lebih dari 80.000 bibit. Bibit tersebut terdiri atas tanaman peneduh, tanaman hias, hingga mangrove yang memiliki fungsi sebagai penyerap dan penyimpan karbon atau blue carbon sink.
Hingga kini, sekitar 53 jenis bibit telah didistribusikan untuk ditanam di berbagai ruang terbuka hijau (RTH) di kawasan IMIP yang memiliki luas sekitar 1.937,9 hektare.
Distribusi bibit dilakukan melalui tiga pola. Pertama, penanaman langsung di sepanjang jalur transportasi lingkar kawasan, termasuk pada sejumlah taman jalan. Kedua, bibit disalurkan kepada tenant untuk ditanam di RTH masing-masing perusahaan. Ketiga, bibit dapat disalurkan ke luar kawasan, termasuk kepada masyarakat.
Untuk mendapatkan bibit dari nursery IMIP, masyarakat dapat mengajukan surat melalui Pemerintah Daerah. Administrasi tersebut digunakan untuk mendata jenis tanaman serta lokasi penyaluran bibit.
“Untuk penyaluran ke luar kawasan atau masyarakat, prosesnya dilakukan sangat mudah. Masyarakat cukup bersurat kepada instansi Pemerintah Daerah. Ini hanya sebagai administrasi saja untuk nanti kita mendata tanaman jenis apa saja dan ke mana bibit tersebut disalurkan keluar,” kata Rian.
Pengembangan bank benih tersebut diharapkan dapat memperkuat ketersediaan tanaman lokal sekaligus mendukung kegiatan penghijauan dan rehabilitasi lingkungan, baik di dalam maupun di sekitar kawasan industri.(jir)








