ITB Luncurkan Ransel Cerdas untuk Tingkatkan Regenerasi Rotan di Hutan Desa Nupabomba Donggala

  • Whatsapp

DONGGALA, Brita.id– Institut Teknologi Bandung (ITB) memperkenalkan inovasi ITB Smart-Nursery Backpack atau Ransel Cerdas untuk Persemaian Rotan Lestari guna meningkatkan regenerasi bibit rotan di Hutan Desa Nupabomba, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat (24/7/2026).

Peluncuran teknologi tersebut menjadi upaya menjawab rendahnya tingkat keberhasilan regenerasi rotan yang selama ini terkendala tingginya kegagalan pada fase perkecambahan dan pertumbuhan awal bibit.

Ketua Tim Pelaksana ITB, Dr. Acep Purqon, Ph.D, mengatakan Ransel Cerdas dirancang sebagai unit persemaian portabel yang memungkinkan bibit rotan dirawat di lingkungan rumah sebelum dikembalikan ke habitat alaminya di kawasan hutan.

“Ransel Cerdas untuk Persemaian Rotan Lestari kami rancang sebagai teknologi yang dapat dikendalikan melalui telepon pintar untuk mengatur sistem sensor secara otomatis. Dengan teknologi ini, masyarakat dan petani rotan dapat berperan langsung membantu proses perkecambahan dan perawatan bibit rotan pada fase kritis selama tiga bulan pertama, langsung dari rumah,” ujar Acep.

Menurutnya, tingkat kelangsungan hidup bibit rotan di habitat alami selama ini umumnya tidak lebih dari lima persen.

Rendahnya angka tersebut disebabkan banyaknya biji yang gagal berkecambah serta tingginya kerentanan bibit muda terhadap serangan hama dan tekanan lingkungan.

Satu unit Ransel Cerdas mampu menampung 50 hingga 100 bibit rotan. Perangkat ini dilengkapi sistem penyiraman otomatis, sensor kelembapan, lampu ultraviolet (UV), serta pelindung dari hama sehingga kondisi bibit dapat dipantau dan dirawat secara optimal pada fase awal pertumbuhan.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas fakultas di ITB bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Nupabomba. Implementasinya turut melibatkan Pemerintah Desa Nupabomba, komunitas petani rotan, serta PT Bamba Rattan Furniture di Palu sebagai mitra industri.

Dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB, Deny Willy Junaidy, mengatakan keterlibatan dunia industri menjadi bagian penting dalam memastikan transfer pengetahuan dari masyarakat hingga pelaku usaha.

“Keterlibatan PT Bamba Rattan Furniture sebagai representasi industri kecil dan menengah memastikan proses transfer pengetahuan berlangsung dari komunitas petani hingga mitra usaha. Dengan demikian, terbentuk alih pengetahuan yang utuh dari hulu hingga hilir,” katanya.

Sebelum diterapkan di Desa Nupabomba, prototipe Ransel Cerdas dikembangkan menggunakan teknologi 3D printing di Furniture & Living Lab FSRD ITB. Selanjutnya, perangkat dipadukan dengan sistem kendali berbasis aplikasi sehingga seluruh fungsi dapat dioperasikan melalui telepon pintar.

Tim pelaksana program dipimpin Dr. Acep Purqon dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) ITB dengan anggota Deny Willy Junaidy dari FSRD ITB, Prof. Ramadhani Eka Putra dari Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH) ITB, serta sejumlah mahasiswa ITB.

Melalui konsep “Forest-to-Home”, ITB berharap model persemaian ini dapat menjadi solusi inovatif untuk meningkatkan regenerasi rotan, mendukung pelestarian hutan, sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat di kawasan penghasil rotan melalui keterlibatan langsung dalam proses pembibitan.(**/jir)

Pos terkait