Melirik Kinerja JMK-Oxfam Dalam Penanganan Pascabencana Sulteng

  • Whatsapp
banner Idul Adha

HAMPIR satu tahun sudah  Jejaring  Mitra Kemanusiaan  (JMK)-Oxfam terlibat dan  turun langsung dalam penanganan pasca gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi Kota Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Beragam bantuan serta dukungan yang terus berdatangan menjadi asa yang terus menghidupkan semangat masyarakat tiga wilayah itu.

Respon sistematis bencana, dilakukan baik melalui disaster preparedness, tahap emergency ketika bencana terjadi, dan tahap recovery yang mencakup rekonstruksi dan rehabilitasi.

Dengan melihat tahapan tersebut, pembelajaran atas respon bencana yang diikuti oleh kebijakan untuk mengurangi risiko dan dampak bencana, juga menjadi bagian penting.

Misi kemanusiaan yang digagas JMK-Oxfam telah menyelesaikan fase pertama, tahap emergency pada Bulan Oktober hingga Maret 2018 lalu.

JMK-Oxfam lebih menitikberatkan tugas pada pengurangan krisis air bersih di lokasi terdampak melalui pendistribusian air, penyediaan prasarana serta  sanitasi.

Di fase ini JMK-Oxfam juga melakukan edukasi untuk memaksimalkan hidup bersih di lokasi pengungsian. Selain itu, akses terhadap kebutuhan pangan para penyintas menjadi program substansi yang dijalankan.

Pada fase kedua di Bulan April hingga September 2019, JMK-Oxfam fokus kepada program pembangunan secara berkelanjutan yang digagas masing-masing sektor kerja, yakni  WASH (Water Sanitation and Hygiene), EFSVL (Emergency, Food, Security, Venurable and Livelihood) dan Gender and Child Protection.

Akses terhadap pangan yang menjadi tujuan besar  EFSVL tersebut, tidak hanya tentang apa yang akan dikonsumsi para penyintas, namun juga memastikan akses yang cukup terhadap sumber daya esensial dalam jangka pendek dan jangka panjang.

Hingga di bulan ke-8  respon bencana PASIGALA, sektor EFSVL JMK-Oxfam telah melakukan beberapa capaian kerja seperti pendistribusian alat kebersihan (cleaning kit) sebanyak 6.400 unit ke 19 desa, peralatan kerja (tool kit) yang diperuntukkan bagi petani garam di Talise yang diserahkan kepada 815 penerima manfaat.

Sektor EFSVL JMK-Oxfam juga menyalurkan dana sebesar Rp8.908.960.000 yang disebar ke-19 desa dan 7439 KK melalui program kerja Cash For Work.

“Di fase kedua ini, kami masuk ke tahap pemulihan ekonomi,” ujar ,Officer EFSVL JMK-Oxfam, Maman Natawijaya dalam kegiatan media gathering JMK-Oxfam di salah satu rumah makan kawasan Palu Timur, Rabu (10/7/2019).

Dirinya menambahkan, di fase kedua ini, mereka juga fokus terhadap peningkatan keterampilan wawasan yang dihubungkan dengan pemasaran kualitas produk yang dihasilkan, termasuk regulasi mengenai kesiapsiagaan bencana dengan menghadirkan desa tangguh bencana melalui peraturan desa .

Tercatat, sejak Oktober 2018 hingga Juli 2019, sektor WASH JMK-Oxfam telah merampungkan produksi air bersih sebanyak 29.642.500 liter yang berada di 5 lokasi, kemudian pendistribusian air sebesar 10.782.110 liter di 298 lokasi.

Selain penyediaan air bersih, WASH juga memastikan para penyintas mendapat akses pemenuhan hidup bersih dan sehat melalui pembangunan latrine sebanyak 430 unit di 321 lokasi, pendistribusian peralatan kebersihan sebanyak 24.447 unit pada 68 desa, pendistribusian Aquatabs sebanyak 24.960 unit di 21 desa, serta promosi kesehatan untuk anak yang telah dilakukan sebanyak 30 aktivitas di 30 desa.

Sementara secara teknis, sektor Gender and Child Protetion JMK-Oxfam  telah menyalurkan 180 unit peralatan dan perlengkapan bayi di 8 lokasi terdampak bencana, kemudian paket kebutuhan Lanjut usia (Lansia) sebanyak 89 unit serta pelatihan berbasis gender sebanyak 280 aktivitas di 22 desa.

“Kami berharap apa yamg kami lakukan dapat membuat masyarakat korban bencana bangkit kembali dan lebih kuat dari sebelum bencana alam. Masyarakat harus lebih kuat dalam menghadapi setiap lini kehidupan jika sewaktu-waktu hal yang tidak diharapkan kembali terulang,” ungkap JMK Partnership Management, Nining Rahayu di lokasi yang sama.(ryn)

 

 

Idul Fitri Kab Morowali

Pos terkait

banner 468x60